TUBAN-Sejarah kolonial mencatat, pers di Kabupaten Tuban, Jawa Timur ikut mewarnai komunikasi massa pada zamannya.
Meski tak ada surat kabar yang terbit lokal, namun Bumi Ronggolawe tetap menjadi ladang pemberitaan yang subur bagi kuli tinta di masa lalu.
Di laman Perpustakaan Leiden Amsterdam dan pusat arsip surat kabar Belanda Delpher.nl, tak terhitung berapa banyak surat kabar yang menjadikan Tuban sebagai latar beritanya.
Surat kabar yang cukup intens memberitakan peristiwa dan keadaan di Tuban adalah De Express dan De Locomotif terbitan Semarang, Indische de Courant, dan Soerabaijasch Handelsblad terbitan Surabaya.
Surat kabar berikutnya, Bataviaasch Nieuwsblad dan Het Nieuws Van Den Dag Voor Nederlandsch-Indië terbitan Batavia.
Semuanya merupakan perusahaan pers milik orang Belanda dan beredar di Tuban mulai akhir abad XVIII hingga awal XIX.
Sementara perusahaan pers milik pribumi dan beredar di Tuban adalah surat kabar Oetoesan Hindia.
Koran ini pertama kali terbit pada 1912. Surat kabar terbitan Surabaya tersebut milik organisasi Sarekat Islam (SI).
Pemimpin redaksinya Hadji Oemar Said Cokroaminoto. Surat kabar tersebut diterbitkan untuk menambah daya gedor masyarakat pribumi terhadap perlawanan kepada pemerintahan Hindia Belanda.
Tentu saja, menopang pergerakan organisasi pergerakan nasional SI yang diketuainya. (*)