Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Filsuf Besar Dunia Jürgen Habermas Wafat di Usia 96 Tahun, Pemikir Demokrasi dan Ruang Publik Tinggalkan Warisan Intelektual Besar

Muhammad Azlan Syah • Senin, 16 Maret 2026 | 10:29 WIB

Filsuf Jerman Jürgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Pemikir Mazhab Frankfurt ini dikenal lewat gagasan ruang publik dan teori tindakan komunikatif.
Filsuf Jerman Jürgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Pemikir Mazhab Frankfurt ini dikenal lewat gagasan ruang publik dan teori tindakan komunikatif.

RADARBONANG.ID – Dunia filsafat dan ilmu sosial internasional berduka atas wafatnya filsuf besar asal Jerman, Jürgen Habermas, yang meninggal dunia pada usia 96 tahun pada Sabtu (14/3).

Habermas dikenal luas sebagai salah satu pemikir paling berpengaruh dalam filsafat modern dan teori sosial abad ke-20 hingga awal abad ke-21.

Selama lebih dari setengah abad, gagasan-gagasannya menjadi rujukan penting dalam diskusi mengenai demokrasi, ruang publik, rasionalitas, serta komunikasi dalam masyarakat modern.

Sebagai intelektual publik, Habermas tidak hanya berpengaruh di dunia akademik, tetapi juga aktif terlibat dalam perdebatan politik dan sosial di Eropa maupun dunia.

Baca Juga: Andmesh Kamaleng dan Rombongan Touring Disambut Hangat Jokowi di Solo

Pemikirannya melintasi berbagai disiplin ilmu, mulai dari filsafat, sosiologi, ilmu politik, hingga teori komunikasi.

Lahir di Tengah Bayang-Bayang Perang

Habermas lahir pada 18 Juni 1929 di Düsseldorf. Masa kecil dan remajanya berlangsung di tengah situasi politik yang penuh gejolak, termasuk pengalaman hidup di bawah rezim Adolf Hitler dan ideologi Nazisme.

Pengalaman hidup pada masa itu meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan intelektualnya. Ketika remaja, Habermas mulai menyadari berbagai kejahatan politik yang dilakukan rezim Nazi. Kesadaran tersebut kemudian membentuk kepekaannya terhadap bahaya otoritarianisme, propaganda, serta manipulasi ideologi dalam masyarakat.

Pengalaman tersebut pula yang mendorongnya menekuni studi filsafat dan teori sosial dengan tujuan memahami bagaimana masyarakat dapat membangun sistem demokrasi yang lebih rasional dan adil.

Penerus Mazhab Frankfurt

Dalam dunia akademik, Habermas dikenal sebagai salah satu tokoh penting dari generasi kedua Mazhab Frankfurt.

Ia melanjutkan dan mengembangkan tradisi teori kritis yang sebelumnya dipelopori oleh para pemikir seperti Max Horkheimer dan Theodor W. Adorno.

Namun, Habermas tidak hanya meneruskan tradisi tersebut. Ia juga memberikan pendekatan baru dengan mencoba menyelamatkan cita-cita rasionalitas dari proyek besar Pencerahan melalui konsep yang ia sebut sebagai “rasionalitas komunikatif”.

Konsep ini menekankan pentingnya dialog rasional antarindividu dalam ruang publik sebagai dasar bagi terciptanya masyarakat demokratis yang sehat.

Gagasan Ruang Publik dan Tindakan Komunikatif

Salah satu karya Habermas yang paling berpengaruh adalah teorinya tentang “ruang publik”.

Dalam gagasan ini, ia menjelaskan bagaimana masyarakat sipil dapat membentuk opini publik melalui diskusi terbuka yang bebas dari dominasi kekuasaan maupun kepentingan ekonomi.

Konsep ruang publik tersebut kemudian menjadi landasan penting dalam berbagai kajian tentang demokrasi modern, media, serta partisipasi warga negara dalam proses politik.

Selain itu, Habermas juga terkenal melalui teori “tindakan komunikatif” yang menjelaskan bagaimana komunikasi rasional dapat menjadi dasar untuk mencapai pemahaman bersama dalam masyarakat yang kompleks.

Pemikiran ini memberikan kontribusi besar bagi studi demokrasi deliberatif, yaitu model demokrasi yang menekankan proses dialog dan argumentasi rasional dalam pengambilan keputusan publik.

Intelektual Publik yang Aktif

Sepanjang hidupnya, Habermas dikenal sebagai intelektual publik yang aktif menyuarakan pandangan kritis terhadap berbagai isu politik dan sosial.

Ia sering terlibat dalam perdebatan mengenai masa depan demokrasi di Eropa, proses integrasi Uni Eropa, hingga munculnya kembali ancaman otoritarianisme dan populisme di berbagai negara.

Habermas juga kerap mengingatkan masyarakat tentang bahaya fasisme dan radikalisme politik, baik yang muncul dari kelompok ekstrem kanan maupun kiri.

Baginya, demokrasi hanya dapat bertahan jika masyarakat mampu menjaga ruang dialog yang rasional dan terbuka.

Baca Juga: Andmesh Kamaleng dan Rombongan Touring Disambut Hangat Jokowi di Solo

Warisan Intelektual Abadi

Kepergian Jürgen Habermas menandai berakhirnya satu bab penting dalam sejarah filsafat modern dan tradisi teori kritis Eropa.

Namun, warisan intelektualnya diperkirakan akan terus hidup melalui karya-karya yang ia tinggalkan.

Gagasan tentang ruang publik, rasionalitas komunikatif, serta kritik terhadap ideologi tetap menjadi referensi utama bagi para akademisi dan pemikir dalam memahami dinamika masyarakat modern.

Bagi banyak kalangan, Habermas bukan sekadar seorang filsuf, tetapi juga simbol komitmen intelektual terhadap demokrasi, dialog rasional, dan kebebasan berpikir.

Pemikirannya diperkirakan akan terus menjadi panduan dalam membaca berbagai tantangan sosial, politik, dan demokrasi di masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Jurgen Habermas meninggal #teori ruang publik Habermas #filsuf Jerman Habermas #Mazhab Frankfurt