Binance Diretas, Aset Kripto Rp Ratusan Triliun Berpindah dalam 20 Menit

RADARBONANG.ID – Bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, menjadi sasaran peretasan besar yang menyebabkan aset digital senilai sekitar 6,36 miliar dolar AS atau setara puluhan triliun rupiah berpindah ke tangan pelaku.
Serangan pada 29 Oktober 2026 itu berlangsung hanya dalam waktu sekitar 20 menit dan menjadi salah satu pencurian aset kripto terbesar yang pernah tercatat.
Kasus tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai keamanan industri mata uang kripto.
Baca Juga: Harga Aset Mewah Sulit Diukur? MUSE Kembangkan Indeks Berbasis AI untuk Bantu Analisis Investasi
Pasalnya, teknologi blockchain selama ini dikenal memiliki sistem pencatatan transaksi yang terdesentralisasi dan sulit dimanipulasi.
Namun, insiden Binance menunjukkan bahwa keamanan blockchain tidak otomatis menjamin keamanan seluruh layanan yang menggunakannya.
Dalam video yang diunggah YouTuber Eno Bening, dia menjelaskan bahwa peretasan tersebut tidak dilakukan dengan membobol jaringan blockchain secara langsung.
Pelaku diduga justru memperoleh akses terhadap sistem internal yang digunakan Binance untuk mengendalikan dompet penyimpanan aset digital.
"Mereka tidak menembus blockchain-nya, mereka meretas orang yang punya kunci ke blockchain-nya," jelas Eno dalam video tersebut.
Akses Internal Diduga Menjadi Celah Peretasan
Binance merupakan bursa kripto yang memungkinkan pengguna membeli, menjual, dan menukarkan berbagai aset digital.



