Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Euforia Belanja Lebaran: Pedagang Kue dan Fashion Muslim Kebanjiran Pesanan, Omzet UMKM Melonjak Berkali-kali Lipat

Siska Yudianti • Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:01 WIB

Cara belanja di warung ternyata bisa mengungkap kepribadian dan cara Anda mengelola energi serta kenyamanan diri.
Cara belanja di warung ternyata bisa mengungkap kepribadian dan cara Anda mengelola energi serta kenyamanan diri.

RADARBONANG.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas belanja masyarakat semakin menggeliat di berbagai daerah.

Pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga marketplace online dipadati pembeli yang berburu berbagai kebutuhan Lebaran. Mulai dari kue kering hingga busana muslim terbaru, semuanya menjadi incaran untuk menyambut hari kemenangan.

Fenomena ini bukan sekadar tradisi tahunan. Euforia belanja menjelang Lebaran juga menjadi salah satu momen penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Lonjakan permintaan yang signifikan membuat para pedagang, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menikmati peningkatan omzet yang cukup drastis.

Tak heran jika banyak pelaku usaha menyebut periode menjelang Idul Fitri sebagai “musim panen”. Dalam waktu singkat, penjualan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan biasa.

Baca Juga: TikTok Hadirkan Fitur Putar Lagu Penuh Lewat Integrasi dengan Apple Music

Bahkan bagi sebagian pedagang, pendapatan selama Ramadan mampu menyamai hasil penjualan selama beberapa bulan di hari normal.

Kue Lebaran Tetap Jadi Primadona

Salah satu produk yang paling diburu masyarakat menjelang Lebaran adalah kue kering. Jenis kue seperti nastar, kastengel, putri salju, hingga lidah kucing hampir selalu hadir di meja tamu saat hari raya tiba.

Tradisi menyajikan kue kepada keluarga dan tamu yang berkunjung membuat permintaan terhadap produk ini melonjak tajam setiap tahun. Banyak produsen rumahan mengaku pesanan sudah mulai berdatangan bahkan sejak beberapa minggu sebelum Ramadan berakhir.

Sebagian pelaku usaha rumahan bahkan harus menambah tenaga produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar. Tak sedikit pula yang bekerja hingga larut malam demi memastikan pesanan pelanggan selesai tepat waktu.

Di sisi lain, banyak konsumen memilih membeli kue siap saji karena dinilai lebih praktis dibandingkan membuat sendiri di rumah. Tren ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha rumahan untuk meningkatkan pendapatan mereka selama bulan Ramadan.

Selain rasa, tampilan dan kemasan juga menjadi faktor penting dalam menarik minat pembeli. Saat ini, kue Lebaran dengan kemasan premium semakin diminati karena sering dijadikan sebagai hampers atau hadiah bagi kerabat dan rekan kerja.

Penjualan Fashion Muslim Ikut Melonjak

Tak hanya sektor kuliner, penjualan fashion muslim juga mengalami peningkatan pesat menjelang Idul Fitri. Membeli baju baru untuk dikenakan saat hari raya masih menjadi tradisi yang sulit dipisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia.

Berbagai model busana muslim seperti gamis, tunik, baju koko, hingga setelan keluarga menjadi pilihan favorit masyarakat.

Banyak keluarga yang sengaja membeli pakaian dengan warna atau desain serasi agar terlihat kompak saat bersilaturahmi.

Tren fashion muslim yang semakin modern dan beragam juga mendorong masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan gaya.

Desain yang lebih simpel namun elegan membuat busana muslim kini tidak hanya digunakan saat Lebaran, tetapi juga untuk berbagai kegiatan lainnya.

Sejumlah pedagang pakaian mengaku peningkatan penjualan menjelang Lebaran bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan biasa. Bahkan beberapa model tertentu sering kali habis terjual dalam waktu singkat karena tingginya minat pembeli.

Selain di toko fisik, penjualan busana muslim juga meningkat pesat di berbagai platform e-commerce.

Kemudahan berbelanja secara online membuat masyarakat semakin leluasa memilih produk sesuai selera tanpa harus datang langsung ke toko.

Berkahan bagi Pelaku UMKM

Lonjakan permintaan terhadap kue Lebaran dan busana muslim memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM.

Banyak usaha kecil yang menggantungkan harapan besar pada momen Ramadan hingga Idul Fitri.

Bagi sebagian pelaku usaha, periode ini menjadi kesempatan emas untuk menambah pemasukan dan memperluas jaringan pelanggan. Tak sedikit yang mengaku omzet selama Ramadan bisa meningkat hingga beberapa kali lipat.

Baca Juga: TikTok Hadirkan Fitur Putar Lagu Penuh Lewat Integrasi dengan Apple Music

Perputaran uang yang meningkat juga berdampak pada sektor lain, seperti pemasok bahan baku makanan, industri tekstil, hingga jasa pengiriman barang.

Dengan kata lain, tradisi belanja Lebaran turut menggerakkan banyak sektor ekonomi secara bersamaan.

Tradisi yang Terus Menghidupkan Ekonomi

Belanja menjelang Lebaran telah menjadi fenomena sosial sekaligus ekonomi yang selalu berulang setiap tahun. Meski zaman terus berubah dan pola belanja masyarakat semakin digital, semangat menyambut Idul Fitri tetap sama.

Kue kering yang tersaji di meja tamu dan baju baru yang dikenakan saat salat Idul Fitri bukan sekadar simbol perayaan. Di balik tradisi tersebut, ada ribuan pelaku usaha yang menggantungkan harapan pada meningkatnya permintaan masyarakat.

Karena itu, setiap Ramadan hingga menjelang Lebaran selalu menghadirkan cerita yang serupa: pasar ramai, pesanan meningkat, dan para pedagang tersenyum karena rezeki yang datang berlipat.

Euforia belanja Lebaran pun akhirnya bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hari raya, tetapi juga tentang bagaimana momen ini mampu menghidupkan perekonomian masyarakat dari berbagai lapisan. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#belanja lebaran #kue lebaran #fashion muslim lebaran #tren belanja ramadan #omzet UMKM naik