Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dear Diary Bukan Sekadar Catatan Harian, Bisa Bantu Mengenali Luka Masa Lalu

Shafa Dina Hayuning Mentari
ilustrasi orang yang sedang melakukan jurnaling di alam. (unsplash.com/ ashlyn ciara)
ilustrasi orang yang sedang melakukan jurnaling di alam. (unsplash.com/ ashlyn ciara)

Advertisement

RADARBONANG.ID - Menuliskan pengalaman dan perasaan dalam sebuah catatan harian ternyata bukan sekadar kegiatan mencurahkan isi hati.

Kebiasaan yang dikenal sebagai jurnaling atau dear diary ini dapat membantu seseorang memahami pola pikir, kondisi emosional, hingga perilaku yang muncul ketika menghadapi persoalan.

Psikiater dr. Elvin Gunawan, Sp.KJ, dalam edukasinya di kanal YouTube Malaka menjelaskan, jurnaling bisa dilakukan dengan cara sederhana dan terstruktur.

Aktivitas tersebut bertujuan memetakan serta memantau tiga aspek utama, yakni kognitif atau pola pikir otomatis, emosi, dan perilaku.

“Pola jurnaling yang kita lakukan itu untuk menilai kondisi emosional, perilaku kita, dan pola pikir otomatis kita,” ujar dr. Elvin.

Advertisement

Menurutnya, respons seseorang terhadap persoalan yang dihadapi saat ini sering kali dipengaruhi pola otomatis yang terbentuk dari pengalaman masa lalu.

Pembentukan pola tersebut dapat berkaitan dengan faktor genetik, pola asuh keluarga, maupun pengalaman selama proses tumbuh kembang.

“Bagaimana cara kita merespon ternyata adalah pola otomatis yang berasal dari masa lalu,” katanya.

Mengenali Luka Masa Lalu Lewat Catatan Harian

Salah satu cara memanfaatkan jurnaling adalah dengan menyusun daftar pengalaman traumatis.

Advertisement
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari

Artikel Terkait

Cari Pasangan untuk Menikah Jangan Cuma Lihat Kekayaan, Kenali Juga Soal Mental Resourceful

Cari Pasangan untuk Menikah Jangan Cuma Lihat Kekayaan, Kenali Juga Soal Mental Resourceful

Mencari pasangan untuk menikah tak cukup hanya melihat kekayaan. Kenali pentingnya mental resourceful, tanggung jawab, dan kecerdasan emosional dalam hubungan. Baca selengkapnya.

Olahraga Berlebihan Ternyata Bisa Ganggu Mental, Kenali Risiko Jika Tubuh Dipaksa Terus Bergerak

Olahraga Berlebihan Ternyata Bisa Ganggu Mental, Kenali Risiko Jika Tubuh Dipaksa Terus Bergerak

Olahraga berlebihan tanpa pemulihan yang cukup dapat menambah beban fisik dan mental. Simak penjelasan dr. Caleb Leonardo tentang pentingnya mengatur intensitas latihan.

Kenapa Ngobrol dengan Orang Tertentu Bikin Capek? Bisa Jadi Bukan karena Durasi, tapi Beban Mental

Kenapa Ngobrol dengan Orang Tertentu Bikin Capek? Bisa Jadi Bukan karena Durasi, tapi Beban Mental

Kenapa ngobrol dengan orang tertentu bisa terasa melelahkan? Kenali alasan percakapan dapat menguras energi mental dan emosional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer