Dear Diary Bukan Sekadar Catatan Harian, Bisa Bantu Mengenali Luka Masa Lalu


RADARBONANG.ID - Menuliskan pengalaman dan perasaan dalam sebuah catatan harian ternyata bukan sekadar kegiatan mencurahkan isi hati.
Kebiasaan yang dikenal sebagai jurnaling atau dear diary ini dapat membantu seseorang memahami pola pikir, kondisi emosional, hingga perilaku yang muncul ketika menghadapi persoalan.
Psikiater dr. Elvin Gunawan, Sp.KJ, dalam edukasinya di kanal YouTube Malaka menjelaskan, jurnaling bisa dilakukan dengan cara sederhana dan terstruktur.
Baca Juga: Sering Lelah Mental dan Kehilangan Arah Hidup? Bisa Jadi karena Tekanan Ekspektasi Sosial
Aktivitas tersebut bertujuan memetakan serta memantau tiga aspek utama, yakni kognitif atau pola pikir otomatis, emosi, dan perilaku.
“Pola jurnaling yang kita lakukan itu untuk menilai kondisi emosional, perilaku kita, dan pola pikir otomatis kita,” ujar dr. Elvin.
Menurutnya, respons seseorang terhadap persoalan yang dihadapi saat ini sering kali dipengaruhi pola otomatis yang terbentuk dari pengalaman masa lalu.
Pembentukan pola tersebut dapat berkaitan dengan faktor genetik, pola asuh keluarga, maupun pengalaman selama proses tumbuh kembang.
“Bagaimana cara kita merespon ternyata adalah pola otomatis yang berasal dari masa lalu,” katanya.
Mengenali Luka Masa Lalu Lewat Catatan Harian
Salah satu cara memanfaatkan jurnaling adalah dengan menyusun daftar pengalaman traumatis.



