RADARBONANG.ID - Akhir-akhir ini, makam Sunan Kalijaga di Desa Medalem, Senori, Tuban, lagi-lagi jadi bahan perbincangan.
Bukan soal mistis atau horor, tapi soal asal-usul makamnya. Apakah benar Sunan Kalijaga dimakamkan di sini atau di Demak?
Nah, artikel ini nggak akan ngulik perdebatan panjang itu. Fokus kita cuma satu: menikmati damainya makam yang adem banget di tengah sawah.
Buat kalian yang butuh pelarian dari hiruk-pikuk dunia modern, makam ini cocok banget.
Nggak ramai, sejuk, dan punya suasana yang bikin pikiran segar kembali. Yuk, simak fakta-fakta uniknya!
1. Makam di Tengah Sawah: Sejuk, Hijau, dan Introvert-Friendly
Makam Sunan Kalijaga di Tuban ini bukan di tengah kota atau dekat pemukiman, tapi di tengah sawah.
Bayangin, pagi-pagi jalan di antara hijaunya padi, ditemani angin sepoi-sepoi, udaranya segar banget.
Kalau kalian introvert, ini tempat yang pas. Nggak ramai kayak makam wali lainnya, jadi bisa menikmati suasana tanpa banyak gangguan.
Sungguh, healing yang sebenarnya.
2. Kompleks Makam: Bukan Hanya Sunan Kalijaga
Di sini nggak cuma ada makam Sunan Kalijaga. Ada juga makam Syeikh Badawi, Kyai Abdurrahman, dan Dewi Amirah (istri Sunan Kalijaga).
Bahkan, ada makam Mpu Supo, pembuat keris legendaris di zaman Kerajaan Majapahit.
Jadi, sekali ziarah, kalian bisa sekalian napak tilas sejarah.
Kalau mau sedikit eksplorasi, satu kilometer dari sini ada makam Dewi Rosowulan alias Nyai Tembogo, adik Sunan Kalijaga dan juga istri dari Mpu Supo.
3. Minim Petunjuk, Tapi Jangan Takut Nyasar
Akses ke makam ini memang agak menantang. Jalan kecil dan petunjuknya minim, tapi santai aja, Google Maps bakal menuntun kalian dengan baik.
Ini semacam petualangan kecil buat yang suka jalan-jalan ke tempat baru.
Sensasi nyasar dikit, tapi akhirnya sampai juga—itu yang bikin makin seru.
4. Fasilitas Lengkap, Tapi Tetap Sederhana
Meski lokasinya di tengah sawah, fasilitasnya nggak ketinggalan zaman.
Ada toilet, tempat makan, dan tempat berteduh. Tapi, kalau datang rombongan besar, siap-siap sedikit berdesakan, ya.
Tempat ini masih butuh pengembangan lebih lanjut, tapi untuk sekarang sudah cukup nyaman buat ziarah sambil leyeh-leyeh.
Akhir pekan nanti, coba deh mampir. Siapa tahu, pulang-pulang, hati lebih damai dan pikiran lebih jernih. Ziarah sambil healing? Why not! (*)
Editor : Amin Fauzie