Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pedestrian Sekitar Tugu Pancasila, Potensi Spot Healing di Sudut Kota Tuban

M. Afiqul Adib • Sabtu, 16 November 2024 | 20:05 WIB
Tugu Pancasila Tuban.
Tugu Pancasila Tuban.

RADARBONANG.ID - Tuban, kabupaten yang terletak di pesisir utara Jawa Timur ini, kini semakin menunjukkan perkembangan yang pesat, terutama dalam hal fasilitas publik.

Pemerintah daerah sudah mulai fokus pada peningkatan kenyamanan bagi warganya, dengan berbagai inisiatif seperti layanan bus sekolah gratis, renovasi hutan kota, hingga pembangunan fasilitas umum yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa biaya.

Salah satu upaya yang patut jadi atensi adalah perbaikan pedestrian di sejumlah titik kota ini.

Meski di beberapa tempat masih ada pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan, renovasi ini jelas menjadi langkah positif untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki di Tuban.

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah pedestrian sekitar Tugu Pancasila.

Meskipun sering disebut Tugu Pancasila karena adanya tugu besar dengan lambang Garuda Pancasila di tengahnya, warga lokal lebih mengenalnya sebagai terminal lama.

Dulu, tempat ini memang berfungsi sebagai terminal bus yang melayani rute Surabaya, Semarang, hingga Babat.

Seiring waktu, fungsi area ini beralih, namun nilai historisnya tetap bertahan.

Pedestrian sekitar Tugu Pancasila sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi spot healing andalan di Tuban.

Terletak tidak jauh dari laut, kawasan ini menawarkan suasana yang sangat cocok untuk melepas penat.

Bayangkan saja, duduk santai di pinggir jalan yang bersih, menikmati angin sepoi-sepoi dari laut, sembari melihat matahari terbenam. Semua ini bisa Anda nikmati tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

Bagi para introvert atau mereka yang butuh waktu untuk mengisi ulang energi, tempat ini adalah pilihan yang sempurna.

Panjangnya pedestrian ini juga membuatnya tidak terasa sesak meskipun banyak orang yang datang.

Keindahan alam yang berpadu dengan suasana tenang menjelang sore hari semakin memperkaya pengalaman, terutama jika cuaca cerah.

Pemandangan sunset yang berpadu dengan suara deburan ombak pantai tentu memberikan sensasi yang menenangkan.

Namun, meskipun kawasan ini punya potensi yang luar biasa, kenyataannya, potensi tersebut belum sepenuhnya tergali.

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan kawasan ini sebagai spot healing yang lebih nyaman. Salah satunya adalah kurangnya fasilitas peneduh.

Pada siang hari, terutama saat cuaca terik, area pedestrian ini bisa terasa sangat panas karena tidak ada tempat berteduh.

Hal ini tentu membuat pengunjung merasa kurang nyaman jika berlama-lama berada di sana.

Jika pemerintah daerah serius untuk menata ulang kawasan ini, ada beberapa perbaikan sederhana yang bisa dilakukan.

Misalnya, menambah titik-titik berteduh seperti canopy atau pohon rindang, menyediakan warung kecil yang menjual makanan dan minuman, serta menambah lebih banyak tempat duduk yang nyaman bagi mereka yang ingin bersantai atau membaca buku.

Dengan perbaikan-perbaikan kecil ini, saya yakin kawasan ini bisa menjadi lebih menyenangkan dan ramah bagi pengunjung, baik itu warga lokal maupun wisatawan.

Selain itu, penataan yang baik juga dapat membuat pedestrian ini menjadi lebih ramah bagi pejalan kaki.

Kita bisa belajar dari tempat-tempat seperti Malioboro di Yogyakarta, yang dikenal dengan pedestrian nyaman dan tertata dengan baik.

Tuban berpotensi menjadi kota yang dikenal memiliki ruang publik yang nyaman untuk pejalan kaki, dan bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Namun, menata pedestrian yang ideal bukanlah perkara mudah.

Selain masalah perawatan, pemerintah juga perlu berhati-hati agar area ini tidak dipenuhi PKL yang berjualan, yang bisa membuat pedestrian menjadi sempit dan tidak nyaman.

Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan agar kawasan ini benar-benar dapat berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman, estetis, dan menarik.

Dengan penataan yang tepat, kawasan sekitar Tugu Pancasila ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisata di Tuban, sekaligus menyediakan tempat yang menyenangkan bagi masyarakat untuk bersantai.

Di era media sosial yang semakin berkembang, ruang publik yang nyaman dan Instagrammable sangat penting untuk meningkatkan citra positif sebuah kota.

Semoga ke depan, kawasan ini bisa menjadi tempat favorit yang bukan hanya indah, tetapi juga menyenangkan untuk dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.

Dengan perencanaan yang cermat dan perhatian terhadap detail, pedestrian ini bisa menjadi lebih dari sekadar jalur pejalan kaki — ia bisa menjadi ruang publik yang hidup, bernilai, dan memberi manfaat bagi semua orang. (*)

Warung Makan Mbok Tu berada di sebelah timur Jembatan Canguk Magelang atau di Jalan Raya Magelang-Kopeng Dusun Sorobayan, Desa Banyururip, Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.
Warung Makan Mbok Tu berada di sebelah timur Jembatan Canguk Magelang atau di Jalan Raya Magelang-Kopeng Dusun Sorobayan, Desa Banyururip, Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.
Siti Aisyah, pemilik Warung Makan Mbok Tu merupakan generasi ketiga.
Siti Aisyah, pemilik Warung Makan Mbok Tu merupakan generasi ketiga.
Editor : Amin Fauzie
#sudut kota #Tugu Pancasila #Spot healing #tuban #pedestrian