Elon Musk Targetkan Mobil Terbang Tesla Diproduksi 2028, Ini Teknologi dan Kontroversinya

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:06 WIB
Demonstrasi kendaraan futuristik Tesla yang memanfaatkan teknologi pendorong udara bertekanan tinggi hasil kolaborasi dengan SpaceX. (ilustrasi AI)
Demonstrasi kendaraan futuristik Tesla yang memanfaatkan teknologi pendorong udara bertekanan tinggi hasil kolaborasi dengan SpaceX. (ilustrasi AI)

RADARBONANG.ID - Tesla memamerkan Roadster generasi terbaru yang mampu melompat dan berputar di udara menggunakan sistem pendorong buatan SpaceX.

CEO Tesla Elon Musk menargetkan mobil tersebut mulai diproduksi pada 2028. Namun, demonstrasi yang disebut sebagai teknologi mobil terbang itu memicu perdebatan mengenai kemampuan teknis, keselamatan, dan kelayakan penggunaannya.

Demonstrasi tersebut disiarkan langsung dari fasilitas pengujian SpaceX di McGregor, Texas, pada 15 Oktober 2026.

Baca Juga: Starship Penerbangan Ke-14 Siap Menuju Orbit, SpaceX Bawa 26 Satelit Starlink V3 ke Antariksa

Dalam tayangan itu, mobil tanpa pengemudi meluncur dari sebuah rampa curam, berputar di udara, kemudian mendarat kembali dengan keempat rodanya.

Kendaraan tersebut menggunakan sekitar 10 nozzle yang memperoleh pasokan udara bertekanan sangat tinggi dari tangki berisi sekitar 250 kilogram udara.

Sistem cold-gas thruster itu menghasilkan dorongan dengan menyemburkan gas tanpa proses pembakaran.

Meski mampu mengangkat dan memutar bodi mobil dalam waktu singkat, kemampuan tersebut belum membuktikan bahwa Roadster dapat terbang dalam durasi panjang atau menempuh jarak yang berguna.

“Kalau kalian lihat itu enggak terbang-terbang amat, It's just levitate, right? Itu cuma kayak mobil yang melayang dan bisa landing,” ujar Eno Bening dalam analisisnya di kanal YouTube Eno Bening.

Menurut analisis tersebut, keterbatasan jumlah gas dan tenaga dorong menjadi tantangan untuk mempertahankan posisi mobil di udara.

Selain itu, waktu pengisian ulang tangki dilaporkan masih membutuhkan waktu berjam-jam, meskipun targetnya dipersingkat menjadi sekitar setengah jam.

Teknologi Pendorong SpaceX dan Janji Produksi 2028

Elon Musk menyatakan bahwa mobil terbang tersebut benar-benar akan diwujudkan. Ia menargetkan produksi dimulai pada 2028, meski mengakui bahwa keberhasilan rencana itu belum terjamin.

Target tersebut disambut skeptis karena perjalanan pengembangan Roadster generasi kedua telah berlangsung cukup lama.

Tesla memperkenalkan model tersebut pada 2017 dan semula menjanjikan peluncuran pada 2020.

Sementara itu, demonstrasi mobil dengan kemampuan melayang menggunakan pendorong SpaceX juga mengalami beberapa kali penundaan sejak 2025.

Tayangan demonstrasi terbaru ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, sejumlah media menyoroti jarak antara janji teknologi yang disampaikan Musk dan kesiapan produk untuk digunakan secara nyata.

Tesla menawarkan tiga varian Roadster, tetapi paket pendorong SpaceX hanya tersedia pada varian tertentu dengan jumlah produksi terbatas.

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa harga resmi kendaraan tersebut belum diumumkan.

Keterbatasan produksi itu membuat Roadster dengan paket pendorong diperkirakan tidak ditujukan untuk pasar massal.

Di sisi lain, kemampuan melayang dalam demonstrasi singkat masih perlu dibedakan dari kemampuan terbang yang dapat diandalkan untuk penggunaan sehari-hari.

Regulasi dan Keselamatan Mobil Terbang Jadi Tantangan

Selain persoalan teknis, penggunaan kendaraan yang dapat melayang di jalan raya juga menimbulkan pertanyaan mengenai regulasi dan keselamatan.

Infrastruktur perkotaan saat ini dirancang untuk kendaraan yang bergerak dengan roda di permukaan jalan.

Kehadiran mobil yang dapat terangkat ke udara berpotensi memunculkan persoalan baru apabila tidak disertai aturan yang jelas.

“Infrastruktur kota itu diciptakan dan dibangun untuk mobil yang bannya nempel sama jalanan. Kalau teknologi ini hadir begitu saja tanpa kejelasan hukum dan regulasi, lalu lintas bisa menjadi sangat kacau,” kata Eno Bening.

Di Amerika Serikat, aturan penerbangan untuk pesawat powered-lift, yakni kendaraan yang lepas landas dan mendarat secara vertikal dengan tenaga penggerak, ditetapkan pada Oktober 2024.

Namun, kerangka aturan tersebut disusun untuk kategori kendaraan seperti taksi udara.

Belum jelas bagaimana kendaraan seperti Roadster dengan sistem pendorong gas akan memperoleh sertifikasi untuk penggunaan di jalan raya maupun di udara.

Persoalan ini menjadi salah satu tantangan bagi pengembangan mobil terbang, selain aspek teknis dan keselamatan yang juga disoroti AFP.

Musk sendiri mengakui bahwa Roadster belum tentu dioptimalkan untuk keselamatan, meskipun ia menyebut kendaraan tersebut tetap akan menjadi mobil sungguhan yang dapat melaju di jalan.

Demonstrasi terbaru itu memperlihatkan bahwa sistem pendorong gas mampu mengangkat dan memutar mobil dalam waktu singkat.

Namun, kemampuan tersebut belum otomatis membuktikan bahwa kendaraan siap digunakan secara aman dalam aktivitas sehari-hari.

Tanpa kepastian sertifikasi, regulasi yang sesuai, serta standar keselamatan yang teruji, Roadster dengan teknologi pendorong SpaceX masih menghadapi sejumlah pertanyaan sebelum dapat disebut sebagai mobil terbang yang layak digunakan secara luas. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
SpaceX roadster tesla elon musk mobil terbang