Perang Tim Sweeney dan Steam Memanas, Label Penggunaan AI Jadi Pemicu

RADARBONANG.ID - Perselisihan CEO Epic Games Tim Sweeney dan Valve kembali memanas akibat kebijakan transparansi penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif di platform Steam.
Sweeney mengkritik kewajiban pengembang mencantumkan informasi penggunaan AI karena dinilai berpotensi memicu perundungan dan tekanan terhadap studio gim.
Perdebatan ini dibahas kanal YouTube Water CS2 yang menyoroti perbedaan pandangan kedua perusahaan mengenai keterbukaan penggunaan AI.
Baca Juga: Wajah dan Suara Bisa Dipalsukan AI, Ini 7 Cara Mengenali Video Deepfake di Media Sosial
Kebijakan Steam tersebut berlaku sejak awal 2024. Pengembang wajib memberikan keterangan apabila AI generatif digunakan untuk menghasilkan konten yang dapat dilihat atau didengar pemain.
Namun, pembaruan aturan pada awal 2026 mengecualikan penggunaan AI untuk kebutuhan internal, seperti membantu penulisan kode dan meningkatkan efisiensi pengembangan.
Tim Sweeney Kritik Label AI di Steam
Kontroversi kembali mencuat setelah Sweeney menyampaikan kritik melalui media sosial pada Oktober 2026.
Dia menilai kewajiban pengungkapan penggunaan AI dapat dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyerang studio gim.
"Ya, mereka menghancurkan bisnis pengembang yang sebenarnya berkualitas demi memaksakan pandangan politik mereka," tulis Sweeney pada 24 Oktober 2026.
Sehari kemudian, dia menyebut label AI berpotensi merugikan pengembang secara finansial apabila tidak mengikuti pandangan ideologis tertentu.



