RADARBONANG.ID - Realme kembali bikin geger jagat teknologi. Bukan hanya sekadar peningkatan kamera atau kecepatan prosesor, kali ini mereka memperkenalkan sesuatu yang lebih mendasar — daya tahan baterai dengan pendekatan yang belum pernah ada sebelumnya.
Realme GT 7 Series dikabarkan membawa baterai monster 10.000 mAh, namun tetap hadir dengan bodi ultra-tipis di bawah 8,5 mm dan berat hanya sedikit di atas 200 gram.
Apakah ini bakal jadi pengubah permainan di industri smartphone?
Melalui keterangan perusahaan, Jumat (9/5), Realme menjelaskan bahwa keajaiban ini terwujud berkat desain ulang total pada bagian internal smartphone.
Mereka menggunakan “Mini Diamond Architecture”, sebuah pendekatan struktural revolusioner yang menghasilkan mainboard Android paling ramping di dunia — hanya 23,4 mm.
Tak heran, desain ini bahkan telah mengantongi lebih dari 60 paten internasional, sebuah pencapaian yang menunjukkan keseriusan Realme dalam mendobrak batas konvensional smartphone masa kini.
Teknologi baterai Realme GT 7 Series yang belum pernah ada pada produk sebelumnya ini menggunakan anoda silikon dengan rasio hingga 10 persen, tertinggi yang pernah digunakan di industri.
Hasilnya adalah kepadatan energi 887Wh/L — menjadikannya sebagai standar baru untuk baterai lithium-ion.
Lewat panel belakang semi-transparan, pengguna bahkan bisa melihat langsung “jeroan” canggih yang tersembunyi di balik desain minimalis GT 7 Series.
Realme menyebutnya sebagai perpaduan seni dan sains.
Ingat kecepatan pengisian daya 150W di GT Neo3? Atau 240W di GT3?
Bahkan Realme sempat merilis ponsel konsep dengan pengisian daya 320W.
Semua ini jadi fondasi kuat yang membuat GT 7 Series tak cuma jadi sensasi, tapi juga evolusi nyata dari visi Realme.
Meski belum ada tanggal rilis resmi, kemunculan konsep GT 7 ini diprediksi akan mengawali era baru ponsel flagship, di mana ketipisan tak lagi harus mengorbankan ketahanan daya.
Jika Realme mampu mempertahankan harga kompetitif, bukan tidak mungkin GT 7 Series akan menjadi disruptor terbesar 2025. (*)
Editor : Amin Fauzie