Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anthropic Perluas AI di Bidang Kesehatan Lewat Akuisisi Coefficient Bio

Andika Julia Perdana Putra
Anthropic memperluas ekspansi AI ke sektor kesehatan dengan mengakuisisi Coefficient Bio, membuka peluang percepatan riset dan penemuan obat. (Ilustrasi)
Anthropic memperluas ekspansi AI ke sektor kesehatan dengan mengakuisisi Coefficient Bio, membuka peluang percepatan riset dan penemuan obat. (Ilustrasi)

Advertisement

 

RADARBONANG.ID – Anthropic terus memperkuat posisinya dalam pengembangan kecerdasan buatan dengan memperluas fokus ke sektor kesehatan dan ilmu hayati.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini dikabarkan telah mengakuisisi startup bioteknologi berbasis AI, Coefficient Bio.

Advertisement

Nilai Akuisisi Capai Ratusan Juta Dolar

Informasi yang pertama kali diungkap oleh TechCrunch menyebutkan bahwa kesepakatan berbasis saham tersebut bernilai sekitar 400 juta dolar AS.

Meski demikian, angka pastinya belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.

Advertisement

Sumber yang mengetahui proses tersebut memastikan bahwa akuisisi telah rampung dilakukan. Nilai fantastis ini mencerminkan tingginya minat industri terhadap teknologi AI di bidang bioteknologi.

Startup Baru dengan Potensi Besar

Coefficient Bio tergolong sebagai perusahaan rintisan yang masih sangat muda. Startup ini didirikan sekitar delapan bulan lalu oleh Samuel Stanton dan Nathan C. Frey.

Keduanya sebelumnya memiliki pengalaman di bidang penemuan obat berbasis komputasi saat bekerja di Genentech, khususnya melalui unit riset Prescient Design.

Meskipun belum memiliki produk yang dirilis ke publik, keahlian tim serta teknologi yang dikembangkan dinilai memiliki prospek besar dalam mempercepat riset ilmiah.

AI untuk Percepatan Penemuan Obat

Coefficient Bio memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu mempercepat proses penemuan obat dan penelitian biologi. Pendekatan ini memungkinkan analisis data biologis dalam skala besar dengan waktu yang jauh lebih singkat dibanding metode konvensional.

Advertisement

Artikel Terkait

Gen Z Makin Sering Cari Penyakit di Google dan AI, Praktis tetapi Bahaya Self-Diagnosis Mengintai

Gen Z Makin Sering Cari Penyakit di Google dan AI, Praktis tetapi Bahaya Self-Diagnosis Mengintai

Gen Z makin sering mencari informasi penyakit lewat Google dan AI. Kenali risiko self-diagnosis dan kapan harus berkonsultasi dengan dokter.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer