RADARBONANG.ID – Tenun songket menjadi salah satu warisan budaya paling berharga yang dimiliki Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.
Dari berbagai daerah penghasil songket, Palembang, Sumatera Selatan, dikenal sebagai daerah yang menghasilkan songket dengan kualitas premium yang bahkan bisa dijual mulai jutaan hingga menembus ratusan juta rupiah.
Bagi sebagian orang, harga tersebut mungkin terdengar tidak masuk akal untuk selembar kain.
Namun, di balik setiap helai tenun songket tersimpan proses pengerjaan yang rumit, penggunaan bahan berkualitas tinggi, serta nilai sejarah dan budaya yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
Tidak heran jika songket asli Palembang kerap diburu kolektor, pejabat, pengusaha, hingga pecinta wastra Nusantara.
Proses Pembuatan yang Memakan Waktu Berbulan-bulan
Salah satu alasan utama mahalnya harga songket adalah proses pembuatannya yang masih dilakukan secara tradisional.
Seorang penenun harus melalui berbagai tahapan, mulai dari menyiapkan benang, memberi warna, membuat pola, hingga menenun setiap helai benang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).
Untuk motif yang rumit, proses pengerjaan dapat memakan waktu dua hingga tiga bulan, bahkan lebih lama jika menggunakan benang emas berkualitas tinggi.
Ketelitian menjadi faktor penting karena satu kesalahan kecil dapat memengaruhi keseluruhan motif kain.
Benang Emas Menjadi Penentu Nilai Songket
Ciri khas songket Palembang terletak pada penggunaan benang emas yang ditenun bersama benang sutra atau benang berkualitas lainnya.
Semakin banyak benang emas yang menghiasi permukaan kain, semakin tinggi pula nilai jualnya.
Songket jenis Lepus, misalnya, dikenal memiliki anyaman benang emas yang hampir menutupi seluruh permukaan kain sehingga menjadi salah satu jenis songket paling mahal.
Selain benang emas, kualitas sutra, kerapatan tenunan, serta kerumitan motif juga ikut menentukan harga akhir sebuah songket.
Jenis Songket dengan Harga Fantastis
Tidak semua songket memiliki harga yang sama. Beberapa jenis dibuat khusus dengan teknik yang lebih rumit sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Berdasarkan berbagai referensi perajin dan penelitian mengenai songket Palembang, berikut kisaran harga beberapa jenis songket asli.
| Jenis Songket | Kisaran Harga |
|---|---|
| Songket Lepus | Rp2,8 juta–Rp15 juta |
| Songket Berantai | Rp3,7 juta–Rp20 juta |
| Songket Limar | Rp2,5 juta–Rp10 juta |
| Songket Cantik Manis | Rp3,7 juta–Rp15 juta |
| Songket Benang Emas Premium (koleksi khusus) | Rp48 juta–lebih dari Rp100 juta |
Harga tersebut dapat berubah tergantung usia kain, kualitas benang emas, tingkat kerumitan motif, serta reputasi perajin yang membuatnya. Beberapa koleksi langka bahkan pernah dipasarkan dengan nilai sekitar Rp100 juta.
Motif Memiliki Makna Filosofis
Keindahan songket tidak hanya terlihat dari kilau benang emasnya.
Setiap motif memiliki filosofi tersendiri yang mencerminkan kehidupan masyarakat Melayu Palembang.
Ada motif bunga melati yang melambangkan kesucian, motif bintang sebagai simbol harapan, hingga motif naga yang melambangkan kewibawaan.
Karena memiliki makna mendalam, songket sering digunakan dalam acara adat seperti pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, hingga upacara budaya.
Bagi masyarakat Palembang, mengenakan songket bukan sekadar memakai pakaian tradisional, tetapi juga menunjukkan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Diakui Sebagai Warisan Budaya Indonesia
Songket Palembang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa kain ini bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sejarah, seni, dan identitas budaya yang penting untuk terus dilestarikan.
Saat ini banyak pengrajin muda yang mulai mengembangkan motif baru tanpa menghilangkan ciri khas tradisional agar songket tetap diminati generasi muda.
Di sisi lain, munculnya kain bermotif songket hasil printing membuat masyarakat perlu lebih teliti ketika membeli.
Songket tenun asli biasanya memiliki tekstur tenunan yang tampak pada bagian belakang kain, bobot lebih berat, dan kilau benang emas yang lebih alami dibandingkan kain cetak.
Baca Juga: Mengapa Keris Dianggap Pusaka Sakral? Mengenal Nilai Spiritual, Sejarah, dan Filosofi di Baliknya
Investasi Sekaligus Warisan Keluarga
Tidak sedikit kolektor yang menganggap songket sebagai aset budaya sekaligus investasi.
Semakin tua usia kain, semakin langka motifnya, serta semakin baik kondisi penyimpanannya, harga songket dapat meningkat dari waktu ke waktu.
Bahkan beberapa keluarga di Sumatera masih menjadikan songket sebagai pusaka yang diwariskan kepada anak cucu karena memiliki nilai sejarah dan sentimental yang tinggi.
Dengan proses pembuatan yang panjang, penggunaan benang emas berkualitas, filosofi pada setiap motif, serta statusnya sebagai warisan budaya, tidak mengherankan apabila songket Palembang menjadi salah satu kain tradisional termahal di Indonesia.
Lebih dari sekadar kain, songket merupakan karya seni yang merekam perjalanan budaya Melayu dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera hingga saat ini.
Editor : Muhammad Azlan Syah