RADARBONANG.ID – Dalam dunia psikologi populer, dua buku karya berbeda penekanan ini meraih perhatian: Seni Memahami Pria oleh Claudia Sabrina dan buku tentang wanita yang bertajuk The Psychology of Women oleh Prof. Nevzat Tarhan.
Perbedaan ketebalan dan harga dari dua buku tersebut memunculkan spekulasi, apakah memahami wanita lebih sulit dibanding dengan memahami pria?
Selain sama-sama membicarakan seksualitas dan komunikasi, kedua buku ini juga menarik jika dibandingkan dari segi jumlah halaman, harga, dan tentu saja, tingkat kedalaman memahami gender.
Berikut Perbandingan Fisik & Harga dari kedua buku ini:
Seni Memahami Pria
- Tebal: 180 halaman
- Penerbit: Bright Publisher (2020) (instagram.com)
- Harga: Rp 45 000–50 000 (Gramedia, Lazada)
The Psychology of Women
- Tebal: 444 halaman (Penerbit Qaf, cetakan April 2024)
- Harga: Rp 112 500 (diskon dari Rp 125 000)
Jika dihitung kasar, buku memahami pria bergaris Rp 250 per halaman, sedangkan buku tentang wanita kurang lebih Rp 254 per halaman.
Angka ini menunjukkan bahwa harga per halaman mendekati sama—namun jumlah halaman lebih dari dua kali lipat untuk buku psikologi wanita.
Kedalaman Isi vs Kompleksitas Gender
Buku Claudia Sabrina menyajikan psikologi pria dalam format ringan, penuh tips komunikasi, dan analogi sehari‑hari—cocok untuk pasangan maupun individu yang ingin memahami dinamika pria secara praktis.
Sebaliknya, buku Nevzat Tarhan hadir dengan pendekatan ilmiah holistik—membahas perbedaan psikologis, sosial, kesehatan mental, seksualitas, dan peran gender secara mendalam selama 444 halaman.
Apakah Lebih Banyak Halaman = Lebih Sulit Dipahami?
Dikutip dari hellosehat.com. Menurut psikolog hubungan, perbedaan gaya komunikasi pria-wanita memengaruhi cara kedua buku ini disusun,
“Pria cenderung langsung ke inti masalah dan mencari solusi. Buku Claudia terlihat sesuai dengan pola ini: langsung, praktis, dan to the point. Sedangkan wanita sering mencari empati dan konteks, bukan sekadar jawaban cepat. Oleh karena itu, buku Tarhan harus lebih panjang untuk menyentuh aspek biologis, emosi, dan sosial.”
Psikolog Gunawan Soewito menambahkan:
“Pria mengutamakan solusi; wanita lebih menghargai keterhubungan dan narasi. Gaya penulisan buku tentu mencerminkan kebutuhan itu.” (cosmopolitan.co.id)
Mana yang Lebih 'Rumit'?
Dari segi jumlah halaman dan kedalaman isi, buku perempuan jelas “lebih rumit”—membahas banyak aspek psikologi dan peran sosial.
Secara harga per halaman pun hampir setara—yang membedakan adalah cakupan tema, bukan biaya.
Namun, berbeda itu bukan soal sulit atau mudah; buku pria disesuaikan dengan gaya praktis pria, sedangkan buku tentang wanita dibuat menyeluruh sesuai kebutuhan konteks wanita.
Untuk memahami pria mungkin cukup ringkas, namun memahami wanita sering kali membutuhkan konteks, variasi emosi, dan kedalaman—dalam hal ini, jumlah halaman dan harga buku mencerminkan tingkat pemahamannya. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah