RADARBONANG.ID - Marshanda, yang akrab disapa Chacha, kembali mencuri perhatian publik berkat penampilannya di film Jangan Salahkan Aku Selingkuh (JSAS).
Dalam film tersebut, Marshanda berperan sebagai Anna Sumadibrata, seorang istri yang tengah menghadapi konflik pernikahan dengan suaminya, yang diperankan oleh Giorgino Abraham.
Akting emosionalnya berhasil membangkitkan simpati penonton, menambah popularitasnya di industri hiburan tanah air.
Selain kemampuan aktingnya yang terus berkembang, Marshanda ternyata juga memiliki latar belakang astrologi Jawa yang menarik.
Lahir di Jakarta pada 10 Agustus 1989, bertepatan dengan Kamis Kliwon, Marshanda diyakini memiliki potensi kesuksesan dan hoki yang kuat, sebagaimana diramalkan dalam Primbon Jawa.
Dalam kepercayaan Jawa, seseorang yang lahir pada Kamis Kliwon memiliki keunggulan dalam tekad dan keteguhan hati.
Orang dengan weton ini juga memiliki neptu (nilai kelahiran) 8, yang diyakini membawa pengaruh besar pada perjalanan hidup dan karir.
Tak heran, sosok dengan neptu 8 disebut memiliki daya tarik yang kuat dan potensi kesuksesan pada usia 31-36 tahun—fase yang kini sedang dijalani oleh Marshanda.
Dilansir dari Primbon Jawa, orang-orang dengan weton Kamis Kliwon disarankan untuk memanfaatkan peluang sebaik-baiknya, khususnya saat karier mereka sedang berada di puncak.
Menurut ramalan, mereka yang lahir pada periode Mongso Karo (3-25 Agustus) seperti Marshanda, umumnya memiliki karier yang stabil dan cenderung menanjak.
Di usia 35 tahun, Marshanda sedang memasuki masa emasnya, dan ini selaras dengan prediksi dari primbon yang menyebutkan bahwa tahun-tahun ini adalah waktu terbaik bagi pemilik weton Kamis Kliwon untuk meraih keberhasilan.
Nasihat tradisional Jawa bagi mereka yang lahir di Kamis Kliwon juga mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakan waktu, bekerja keras, serta menjauhi pergaulan yang tidak mendukung kesuksesan.
Terlepas dari kepercayaan masing-masing, perjalanan karier Marshanda dan prestasinya saat ini seolah mencerminkan ramalan tersebut.
Seperti pepatah Jawa, “Ora obah ora mamah” (tidak berusaha, tidak mendapat hasil), Marshanda tampaknya menjalani setiap langkahnya dengan tekad kuat untuk terus bersinar. (*)