Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Dari Penjual Air Minum Jadi Wapres RI! Kisah Try Sutrisno yang Tak Diinginkan Soeharto, Tapi Justru Mendampingi di Puncak Kekuasaan

Tulus Widodo • Minggu, 13 Juli 2025 | 20:05 WIB
Kisah hidup Try Sutrisno, dari penjual air minum menjadi Wakil Presiden RI ke-6.
Kisah hidup Try Sutrisno, dari penjual air minum menjadi Wakil Presiden RI ke-6.

RADARBONANG.ID – Kisah hidup Try Sutrisno adalah perjalanan luar biasa dari kerasnya hidup menuju puncak kekuasaan Republik.

Mantan ajudan Presiden Soeharto ini tak lahir dari keluarga elite, namun justru meniti karier dari bawah—pernah jadi penjual rokok, loper koran, hingga pedagang air minum di stasiun.

Namun siapa sangka, lelaki kelahiran Surabaya, 15 November 1935, itu kemudian menjelma menjadi Wakil Presiden RI ke-6, mendampingi Soeharto pada periode 1993–1998.

Ironisnya, dia justru bukan sosok yang diinginkan oleh Soeharto sendiri untuk posisi strategis itu.

Dilansir dari intisari.grid.id, karier militer Try Sutrisno dimulai tahun 1956 saat dia diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).

Hanya setahun menimba ilmu, ia sudah diterjunkan langsung ke medan tempur, memperlihatkan dedikasi dan keberaniannya sejak muda.

Namanya makin diperhitungkan saat menjabat Panglima ABRI, posisi yang membuatnya begitu dekat dengan struktur kekuasaan Orde Baru.

Dia juga dikenal sebagai ajudan Soeharto pada periode sebelumnya, namun kedekatan itu tak lantas membuatnya jadi pilihan utama sang Presiden.

Bukan Pilihan Soeharto: Bagaimana Try Sutrisno Justru Dipilih Jadi Wapres?

Pada 1993, BJ Habibie yang kala itu menjabat Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dan dikenal sebagai teknokrat ulung, menjadi kandidat kuat Wakil Presiden.

Dia bahkan mendapat dukungan dari partai berbasis Islam seperti PPP.

Namun di sisi lain, kalangan ABRI punya agenda sendiri. Mereka mendorong Try Sutrisno, sosok yang secara struktur militer lebih bisa diterima sebagai pendamping Soeharto.

Akhirnya, dalam proses politik yang kompleks, Try-lah yang naik mendampingi RI 1, meskipun tanpa restu langsung dari Presiden Soeharto.

Masa Kecil Penuh Perjuangan

Tak banyak yang tahu, masa kecil Try dipenuhi kisah getir.

Dia bukan anak jenderal, bukan pula keturunan bangsawan.

Untuk membantu keluarganya, ia harus berjualan air minum di stasiun, menjadi loper koran, hingga penjual rokok keliling.

Latar hidup sederhana itu menjadikan Try figur yang tak pernah lupa akar perjuangan rakyat kecil, bahkan saat dirinya sudah menjabat sebagai orang nomor dua di republik ini.

Kisah Try Sutrisno adalah refleksi nyata bahwa jalan menuju kekuasaan bisa hadir dari rute yang tak terduga.

Meski bukan pilihan utama Soeharto, dia membuktikan bahwa kesetiaan, dedikasi, dan kerja keras bisa mengantar siapa pun ke panggung tertinggi republik, dari penjual air minum menjadi Wakil Presiden RI. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Wakil Presiden RI ke 6 #Kisah hidup Try Sutrisno #karier militer #Mantan ajudan Presiden Soeharto