RADARBONANG.ID – Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya menjadi astronot muslim yang harus menunaikan sholat lima waktu, sementara siang dan malam di luar angkasa hanya berlangsung dalam hitungan menit?
Satu hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bisa mengalami 16 kali pergantian siang dan malam! Lantas, bagaimana cara menentukan waktu sholat?
Pertanyaan ini ternyata bukan hal sepele. Beberapa ulama dan ahli fikih dari seluruh dunia telah memikirkannya secara serius, bahkan Majelis Fatwa Islam Internasional pun sampai menggelar diskusi khusus untuk menjawabnya.
Menentukan Arah Kiblat di Langit Tak Bertepi
Salah satu tantangan utama adalah arah kiblat. Di luar angkasa, Ka'bah tak tampak dari jendela seperti di bumi.
Tapi menurut fatwa ulama, selama bisa menentukan arah Bumi dari posisi stasiun luar angkasa, itulah kiblat.
Jika tidak bisa, cukup menghadap ke arah mana pun semampunya, sebagaimana prinsip la yukallifullahu nafsan illa wus'aha (Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya).
Bagaimana Menentukan Waktu Sholat?
Nah, ini bagian yang paling menarik. Karena rotasi bumi berlangsung sangat cepat dari perspektif luar angkasa, waktu sholat tidak bisa mengandalkan terbit dan tenggelam matahari seperti di bumi.
Ulama sepakat bahwa waktu sholat di luar angkasa bisa disesuaikan dengan waktu sholat di tempat peluncuran (misalnya, Baikonur di Kazakhstan atau Kennedy Space Center di AS).
Opsi lainnya, bisa menggunakan waktu sholat berdasarkan GMT (Greenwich Mean Time) atau mengikuti waktu Mekah sebagai pusat spiritual umat Islam.
Menurut mantan Mufti Malaysia, Dato' Seri Dr. Hj. Harussani Zakaria, waktu Mekah adalah rujukan terbaik karena Ka'bah menjadi pusat kiblat seluruh umat Islam di dunia.
Panduan Sholat Resmi untuk Astronot Muslim
Tahukah kamu bahwa Malaysia pernah menerbitkan panduan resmi berjudul “Panduan Ibadah di ISS” untuk Datuk Dr. Sheikh Muszaphar Shukor, astronot muslim pertama dari negeri jiran?
Dalam panduan itu dijelaskan secara detail mulai dari cara wudhu dengan tisu basah, arah kiblat, hingga waktu sholat yang disesuaikan dengan zona waktu tertentu.
Pungkasnya, sholat tetap wajib, di manapun Kamu berada.
Meski berada di luar orbit bumi, kewajiban sholat lima waktu tetap berlaku. (*)
Editor : Amin Fauzie