RADARBONANG.ID – Dunia pendidikan kembali menghadirkan inovasi yang tidak biasa. Nanyang Technological University (NTU) akan membuka program Master of Science in Psychology pada Agustus 2026 mendatang dengan spesialisasi yang terbilang langka, yakni thanatology.
Thanatology merupakan cabang ilmu yang mempelajari kematian, proses sekarat, serta dinamika psikologis individu dan keluarga yang mengalami kehilangan.
Program ini disebut-sebut sebagai yang pertama di Asia pada jenjang magister yang secara khusus menawarkan fokus tersebut.
Baca Juga: Demi Habisin Stok, Mobil Listrik Ini Turun Harga Drastis hingga Rp 150 Jutaan
Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa dunia akademik mulai memberikan perhatian lebih pada isu-isu yang selama ini dianggap sensitif, namun sebenarnya sangat relevan dalam kehidupan manusia.
Fokus pada Pendampingan Psikologis dan Proses Berduka
Melalui kurikulum yang komprehensif, mahasiswa akan mempelajari berbagai teknik untuk memberikan dukungan psikologis kepada individu yang sedang menghadapi kehilangan.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya terbatas pada aspek mental, tetapi juga mencakup dimensi sosial dan spiritual.
Mahasiswa akan dilatih untuk mendampingi individu, keluarga, hingga komunitas dalam menghadapi duka secara sehat.
Hal ini mencakup pemahaman tentang emosi kehilangan, cara berkomunikasi dengan empati, hingga strategi intervensi dalam situasi krisis.
Program ini dirancang agar lulusannya mampu menjadi tenaga profesional yang siap terjun langsung dalam situasi nyata, di mana empati dan keahlian menjadi kunci utama.
Kuota Terbatas dan Praktik Lapangan Intensif
Pada angkatan pertama, NTU akan menerima sekitar 40 mahasiswa. Selama masa studi 1,5 tahun, peserta diwajibkan menyelesaikan 500 jam praktik lapangan sebagai bagian dari kurikulum utama.
Praktik ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menangani kasus-kasus nyata, seperti pendampingan keluarga yang berduka atau individu yang menghadapi penyakit terminal.
Dengan kombinasi antara teori dan praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang matang ketika memasuki dunia kerja.
Peluang Karier Lulusan yang Luas
Lulusan program ini memiliki prospek karier yang cukup luas, terutama di sektor kesehatan dan layanan sosial. Mereka dapat bekerja di rumah sakit, fasilitas hospice, layanan paliatif, hingga lembaga konseling krisis.
Kebutuhan akan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, khususnya dalam menghadapi kehilangan.
Keahlian dalam thanatology juga dinilai penting dalam mendukung sistem layanan kesehatan yang lebih manusiawi dan berorientasi pada kesejahteraan pasien serta keluarga.
Kematian Masih Jadi Topik Tabu di Asia
Menurut Andy Ho, pembahasan mengenai kematian masih dianggap tabu di banyak budaya Asia.
Hal ini membuat masyarakat cenderung menghindari diskusi terbuka tentang akhir hayat maupun proses berduka.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, mulai terlihat perubahan.
Diskusi tentang perawatan akhir hayat dan dukungan bagi keluarga yang berduka semakin terbuka, termasuk di Singapura.
Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan dukungan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.
Minimnya Standar Konseling Duka
Andy Ho menyoroti bahwa banyak orang sebenarnya ingin membantu mereka yang sedang berduka, tetapi tidak mengetahui cara yang tepat.
Kurangnya pelatihan dan pemahaman sering kali membuat dukungan yang diberikan menjadi kurang efektif.
Selain itu, layanan konseling duka di Singapura juga belum memiliki regulasi formal yang ketat.
Kondisi tersebut memperkuat urgensi kehadiran program pendidikan formal seperti yang ditawarkan NTU, guna menciptakan tenaga profesional yang kompeten dan terstandarisasi.
Kurikulum Dirancang untuk Dampak Lebih Luas
Selain thanatology, program ini juga menyediakan spesialisasi lain seperti Community Health Psychology, Neuropsychology, dan Forensic Psychology.
Direktur program, Rebecca M. Nichols, menjelaskan bahwa kurikulum dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang klinis, tetapi juga mampu berkontribusi di tingkat komunitas dan kebijakan publik.
Sementara itu, Dekan NTU, Jon Wilson, menegaskan bahwa kebutuhan tenaga profesional di bidang kesehatan mental saat ini semakin mendesak.
Ia menilai bahwa ketahanan psikologis masyarakat merupakan faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, sehingga pendidikan di bidang ini menjadi sangat strategis.
Baca Juga: Android Bakal Terapkan Sistem Baru untuk Instal APK dari Pengembang Tak Terverifikasi
Mengubah Cara Pandang tentang Kematian
Hadirnya program ini tidak hanya menjadi inovasi di dunia pendidikan, tetapi juga berpotensi mengubah cara pandang masyarakat terhadap kematian.
Dari yang sebelumnya dianggap sebagai topik tabu, kematian mulai dipahami sebagai bagian dari kehidupan yang membutuhkan pendekatan yang lebih terbuka, empatik, dan ilmiah.
Dengan adanya tenaga profesional yang terlatih, diharapkan masyarakat dapat menghadapi proses kehilangan dengan lebih sehat dan terarah.
Editor : Muhammad Azlan Syah