Darurat Sampah Makin Serius, Pemerintah Siapkan 24 Proyek PSEL di Berbagai Daerah

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:38 WIB
Darurat sampah membuat pemerintah mempercepat pembangunan PSEL di berbagai daerah. Sekitar 24 proyek disiapkan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. (dok. denera)
Darurat sampah membuat pemerintah mempercepat pembangunan PSEL di berbagai daerah. Sekitar 24 proyek disiapkan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. (dok. denera)

RADARBONANG.ID - Persoalan sampah di sejumlah wilayah Indonesia mendorong pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Sekitar 24 proyek PSEL disiapkan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menangani kondisi darurat sampah.

Pemerintah menargetkan sebagian proyek tersebut dapat diselesaikan mulai 2027, sementara proyek lainnya dilanjutkan hingga 2028.

Langkah tersebut mulai terlihat dengan dimulainya pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dan menjadi salah satu fasilitas yang diharapkan mampu mengurangi beban sampah di wilayah Bogor.

24 Proyek Disiapkan Pemerintah

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengatakan pemerintah berencana membangun sekitar 24 fasilitas PSEL di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah KPK, Bukti Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon Dicari

Program tersebut diarahkan untuk mengubah sampah menjadi energi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pola pengelolaan sampah yang hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan proyek PSEL darurat dilakukan secara bertahap.

Sekitar separuh proyek ditargetkan selesai pada 2027. Sementara proyek lainnya ditargetkan menyusul pada 2028.

Namun, pemerintah menyebut proyek-proyek tersebut baru menjadi salah satu bagian dari penanganan persoalan sampah nasional.

PSEL Bogor Mulai Dibangun

PSEL Bogor Raya 1 menjadi salah satu proyek yang mulai memasuki tahap pembangunan.

Fasilitas tersebut dibangun di kawasan TPA Galuga dan dirancang untuk mengolah sekitar 1.000 hingga 2.000 ton sampah per hari.

Dari proses pengolahan tersebut, fasilitas PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan menghasilkan energi listrik dengan kapasitas sekitar 15 hingga 40 megawatt.

Danantara menyebut listrik yang dihasilkan nantinya akan diserap oleh PT PLN sesuai ketentuan yang berlaku.

Proyek ini juga dirancang untuk mengolah timbulan sampah baru sekaligus sebagian sampah lama yang telah tertimbun di kawasan TPA Galuga.

Target Operasional Mulai 2027

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 tidak ditargetkan selesai dalam waktu singkat.

Danantara memperkirakan fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir 2027 hingga pertengahan 2028.

Dengan kapasitas pengolahan yang besar, fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah di Bogor Raya.

Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, proyek tersebut juga membawa konsep pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Danantara memperkirakan energi yang dihasilkan PSEL Bogor Raya 1 nantinya dapat memasok kebutuhan listrik lebih dari 100 ribu rumah di wilayah Bogor Raya.

Bukan Hanya Bogor

Pembangunan PSEL tidak hanya diarahkan ke wilayah Bogor.

Sejumlah proyek lain juga telah mulai disiapkan atau masuk tahap pengembangan.

Kota Bekasi menjadi salah satu daerah yang lebih dulu memasuki tahap pembangunan fasilitas PSEL.

PSEL Kota Bekasi dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah per hari dan ditargetkan beroperasi pada 2028.

Sementara itu, pengembangan fasilitas PSEL juga direncanakan di sejumlah wilayah lain sesuai kebutuhan pengelolaan sampah perkotaan.

Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya menyebut terdapat rencana fasilitas PSEL di 31 titik atau aglomerasi yang akan menangani sampah dari 86 kabupaten dan kota.

Angka tersebut menunjukkan cakupan program pengelolaan sampah menjadi energi yang lebih luas dari proyek-proyek PSEL darurat yang sedang dikebut pemerintah.

Regulasi Ikut Dipangkas

Percepatan proyek PSEL juga dilakukan melalui penyederhanaan regulasi.

Baca Juga: Kotamu Belum Punya Klub Profesional? Ini Cara Membangun Klub Bola Berbadan Hukum di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menyederhanakan aturan yang sebelumnya dinilai terlalu panjang untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Menurut dia, penyederhanaan tersebut dilakukan agar proses pembangunan tidak terhambat oleh terlalu banyak aturan.

Namun, pembangunan fasilitas PSEL tetap membutuhkan kesiapan teknologi, pendanaan, infrastruktur, serta pengelolaan sampah dari daerah.

Artinya, keberadaan fasilitas pengolahan saja tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan sampah.

Sistem pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, hingga pengelolaan residu tetap menjadi bagian penting dari rantai pengelolaan sampah.

Program PSEL kini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menghadapi darurat sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Jika pembangunan berjalan sesuai target, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
proyek PSEL Indonesia pengolahan sampah jadi listrik PSEL Bogor Raya proyek waste to energy darurat sampah Indonesia