Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S. Deyang Resmi Ditunjuk sebagai Pengganti

Siti Rohmah • Rabu, 3 Juni 2026 | 11:36 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat memimpin konpers terkait evaluasi program MBG. (Istimewa/jawapos)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat memimpin konpers terkait evaluasi program MBG. (Istimewa/jawapos)

RADARBONAG.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN kini digantikan oleh Nanik S. Deyang.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Tidak hanya posisi kepala lembaga, pemerintah juga melakukan perubahan pada jajaran wakil kepala Badan Gizi Nasional.

Agustina Arumsari ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewijk Pusung.

Sementara posisi wakil kepala lainnya kini diisi oleh Mayor Jenderal TNI Trenggono yang menggantikan Sony Sonjaya.

Baca Juga: NVIDIA Perkenalkan RTX Spark, Superchip AI untuk Laptop dan PC Windows

Pergantian tersebut menandai babak baru dalam kepemimpinan lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan berbagai program peningkatan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Hasil Evaluasi Kinerja Selama Satu Setengah Tahun

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perubahan susunan pimpinan BGN dilakukan setelah Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.

Menurutnya, evaluasi terhadap kementerian dan lembaga merupakan bagian dari mekanisme yang rutin dilakukan Presiden untuk memastikan seluruh program pemerintah berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Dalam proses evaluasi tersebut, Presiden tidak hanya menerima laporan internal dari kementerian dan lembaga terkait, tetapi juga memperhatikan berbagai masukan yang datang dari masyarakat serta kelompok penerima manfaat program pemerintah.

Prasetyo menyebut Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu aspek yang turut mendapat perhatian dalam proses evaluasi tersebut mengingat program itu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

“Presiden terus menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, serta para penerima manfaat program MBG yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.

BGN Dinilai Memegang Peran Strategis

Pemerintah menilai Badan Gizi Nasional memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Melalui berbagai program yang dijalankan, BGN berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperkuat kesehatan generasi muda, serta mendukung upaya penurunan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan gizi.

Karena memiliki peran yang strategis, lembaga tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Menurut Prasetyo, tantangan yang dihadapi BGN ke depan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga menyangkut penguatan kelembagaan dan sinergi lintas sektor.

Oleh sebab itu, pemerintah memandang perlu menghadirkan susunan kepemimpinan yang dinilai mampu menjawab berbagai tantangan tersebut.

Pemerintah Apresiasi Kinerja Dadan Hindayana

Meski melakukan pergantian pimpinan, pemerintah tetap memberikan apresiasi kepada Dadan Hindayana atas kontribusinya selama memimpin Badan Gizi Nasional.

Prasetyo menyampaikan bahwa Dadan bersama jajaran sebelumnya memiliki peran penting dalam membangun fondasi lembaga sejak awal pembentukannya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Menurut pemerintah, ketiganya telah membantu membangun struktur organisasi, merancang berbagai program strategis, serta memperkuat kehadiran BGN dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

Fondasi yang telah dibangun tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi kepemimpinan baru dalam melanjutkan serta menyempurnakan berbagai program yang telah berjalan.

Nanik S. Deyang Hadapi Tantangan Besar

Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nanik S. Deyang akan menghadapi sejumlah tantangan besar, terutama dalam memastikan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, guna mendukung terciptanya sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif.

Selain itu, BGN juga dituntut memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga sektor swasta agar implementasi program dapat berjalan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Penguatan tata kelola organisasi dan sistem pengawasan juga menjadi tantangan yang harus dijawab oleh kepemimpinan baru.

Fokus pada Konsolidasi dan Percepatan Program

Pemerintah berharap Nanik S. Deyang bersama jajaran pimpinan yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal setelah resmi menjabat.

Selain memperkuat koordinasi di tingkat pusat, pimpinan baru juga diminta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat banyak program BGN yang pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak di daerah.

Prasetyo menegaskan bahwa Presiden berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat implementasi berbagai program prioritas, meningkatkan efektivitas organisasi, serta memperkuat tata kelola kelembagaan.

Dengan demikian, manfaat program yang dijalankan BGN dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga: Gelar Sarjana: Investasi Masa Depan atau Sekadar Formalitas?

Diharapkan Perkuat Pembangunan SDM Indonesia

Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional tidak hanya dipandang sebagai perubahan struktur organisasi semata, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program strategis nasional.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan inovasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui penguatan sektor gizi dan kesehatan, pemerintah menargetkan terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Dengan dukungan kepemimpinan baru, Badan Gizi Nasional diharapkan mampu memainkan peran yang semakin besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia serta mewujudkan target-target pembangunan nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Dadan Hindayana #Nanik S Deyang #Program Makan Bergizi Gratis #Prabowo Subianto #Badan Gizi Nasional