RADARBONANG.ID - Sepak bola Asia Tenggara tengah naik daun! Tahun 2025 jadi momentum emas bagi para pemain asal kawasan ini, terutama Indonesia, yang sukses menembus bursa transfer Eropa dengan nilai fantastis.
Menurut data Transfermarkt, dari 10 besar pemain dengan nilai pasar tertinggi se-Asia Tenggara, 9 di antaranya berasal dari Timnas Garuda.
Siapa saja mereka? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Pemain Asia Tenggara dengan Nilai Pasar Tertinggi 2025
1. Jay Idzes (Indonesia/naturalisasi) – 7,5 Juta Euro (sekitar Rp 140 Miliar)
- Posisi: Bek tengah
- Klub: Venezia (Italia, sempat promosi ke Serie A)
- Caps Timnas: 10 kali (starter di Kualifikasi Piala Dunia 2026)
Jay Idzes jadi kapten Venezia di Serie A pada musim lalu dan tampil dalam 35 pertandingan.
Di Timnas Indonesia, Idzes di dapuk menjadi kapten dan perannya tidak tergantikan.
Sayangnya, Venezia terdegradasi ke Serie B. Rumor yang beredar, beberapa klub Serie A dan klub Liga Inggris meminati Idzes, salah satunya Inter Milan.
Tapi, pemain berusia 25 tahun itu belum memberikan bocoran soal masa depannya. Kontraknya di Venezia masih berlaku sampai musim panas 2027.
2. Mees Hilgers (Indonesia/naturalisasi) – 6,5–9 Juta Euro
- Posisi: Bek tengah
- Klub: FC Twente (Belanda)
- Caps Timnas: 6 kali
Fakta Menarik: Diincar klub Bundesliga dan Ligue 1. Nilai pasarnya melonjak dari €5 juta menjadi hampir €9 juta hanya dalam 12 bulan terakhir.
3. Kevin Diks (Indonesia/naturalisasi) – 4,5 Juta Euro
- Posisi: Bek kanan
- Klub: FC Copenhagen (Denmark)
- Caps Timnas: 6 kali
Fakta Menarik: Salah satu pemain paling konsisten di Liga Denmark. Tampil reguler di UEFA Conference League.
4. Emil Audero (Indonesia/Naturalisasi) – 3,2 Juta Euro
- Posisi: Kiper
- Klub: Palermo (Italia)
- Caps Timnas: 2 kali
Fakta Menarik: Mantan kiper utama Sampdoria dan sempat membela Juventus di usia muda.
5. Calvin Verdonk (Indonesia/naturalisasi) – 2,5 Juta Euro
- Posisi: Bek kiri
- Klub: NEC Nijmegen (Belanda)
- Caps Timnas: 6 kali
Fakta Menarik: Mantan pemain Timnas Belanda U-19 sebelum beralih ke Timnas Indonesia.
6. Thom Haye (Indonesia/naturalisasi) – 1,5 Juta Euro
- Posisi: Gelandang tengah
- Klub: SC Heerenveen
- Caps Timnas: 10 kali
Fakta Menarik: Playmaker elegan yang jadi motor lini tengah di Eredivisie.
7. Maarten Paes (Indonesia/Naturalisasi) – 1,8 Juta Euro
- Posisi: Kiper
- Klub: FC Dallas (MLS, AS)
- Caps Timnas: 8 kali
Fakta Menarik: Jadi kiper utama FC Dallas dan tampil konsisten selama dua musim terakhir.
8. Dean James (Indonesia/Naturalisasi) – 1,8 Juta Euro
Posisi: Bek kiri/gelandang
Klub: FC Volendam (Belanda)
Caps Timnas: 4 kali
9. Ole Romeny (Indonesia/naturalisasi) – 1,2 Juta Euro
- Posisi: Penyerang
- Klub: FC Utrecht (Belanda)
- Caps Timnas: 4 kali
Fakta Menarik: Salah satu talenta muda yang digadang-gadang jadi ujung tombak Timnas Indonesia masa depan.
10. Imanol Machuca (Malaysia/naturalisasi) – 2,5 Juta Euro
- Posisi: Gelandang serang
- Klub: Johor Darul Ta’zim
- Caps Timnas: 9 kali
Fakta Menarik: Satu-satunya pemain non-Indonesia di 10 besar. Diimpor dari Argentina dan naturalisasi ke Malaysia.
Strategi naturalisasi terbukti berhasil meningkatkan kualitas timnas dan nilai pasar pemain. Eksistensi di Eropa membuat pemain lebih “bernilai jual tinggi” di bursa transfer.
Transfermarkt mencatat tren naik nilai pemain ASEAN, dengan Indonesia jadi motor utamanya.
Nilai pasar Timnas Indonesia kini menyentuh €36,5 juta, tertinggi se-Asia Tenggara.
So, tahun 2025 bukan sekadar tahun emas, tapi mungkin awal dari kebangkitan sepak bola Asia Tenggara, terutama Indonesia.
Pemain-pemain seperti Jay Idzes dan Mees Hilgers bukan hanya mengangkat nama Indonesia di level klub Eropa, tapi juga membawa harum nama ASEAN. Dan ini baru permulaan.
“Dulu yang main di Eropa cuma bisa dihitung jari, sekarang malah rebutan klub-klub luar. Apa jangan-jangan sepak bola kita sudah masuk ‘mode serius’?,” kata salah satu netizen. (*)
Editor : Amin Fauzie