Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Guru Yoga Indonesia Kenalkan Masuk Angin dan Kerokan ke Komunitas Yoga New York

Muhammad Azlan Syah • Selasa, 16 Desember 2025 | 20:35 WIB

Duduk melingkar, saling mengerok punggung, dan berbagi pengalaman. Kearifan lokal Indonesia menemukan ruang baru di kelas yoga New York.
Duduk melingkar, saling mengerok punggung, dan berbagi pengalaman. Kearifan lokal Indonesia menemukan ruang baru di kelas yoga New York.

RADARBONANG.ID – Budaya kesehatan tradisional Indonesia kembali mencuri perhatian dunia internasional.

Seorang guru yoga asal Indonesia dengan akun media sosial @thatsannette memperkenalkan konsep masuk angin dan praktik kerokan kepada komunitas yoga di New York, Amerika Serikat.

Tradisi yang selama ini lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia itu dikenalkan dalam balutan pendekatan holistik yang selaras dengan filosofi yoga.

Baca Juga: Diva Renatta Jayadi Ukir Sejarah, Pecahkan Rekor dan Bawa Emas ke-13 untuk Indonesia di SEA Games 2025

Kelas Yoga Berbalut Budaya Nusantara

Melalui kelas yoga yang ia bawakan, Annette tidak hanya mengajak peserta melakukan gerakan pernapasan dan peregangan tubuh.

Ia juga membuka ruang diskusi tentang cara masyarakat Indonesia menjaga kesehatan secara tradisional.

Bagi sebagian peserta, kelas ini menjadi pengalaman baru karena memadukan latihan fisik dengan pemahaman budaya.

Annette menjelaskan bahwa di Indonesia, kesehatan tidak hanya dipandang dari sisi fisik, tetapi juga keseimbangan energi dan kebiasaan sehari-hari.

Nilai-nilai ini dinilai sejalan dengan prinsip yoga yang juga menekankan keselarasan tubuh dan pikiran.

Mengenal Istilah “Masuk Angin”

Salah satu topik yang paling menarik perhatian peserta adalah istilah “masuk angin”. Bagi masyarakat Indonesia, kondisi ini sangat umum dan kerap dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Annette menjelaskan bahwa masuk angin biasanya ditandai dengan badan pegal, perut kembung, mual, pusing, hingga meriang.

Meski istilah tersebut tidak dikenal secara medis di dunia Barat, Annette menekankan bahwa gejalanya bersifat universal.

Kelelahan, perubahan cuaca, dan kurang istirahat bisa memicu kondisi tidak nyaman pada tubuh, yang kemudian direspons dengan berbagai cara tradisional.

Kerokan, Tradisi yang Paling Menarik Perhatian

Usai sesi yoga, Annette mempraktikkan kerokan secara langsung. Dengan menggunakan minyak dan alat sederhana, ia menunjukkan teknik dasar kerokan yang sudah dilakukan turun-temurun di Indonesia.

Praktik ini dipercaya membantu melancarkan peredaran darah dan memberikan rasa hangat pada tubuh.

Para peserta tampak antusias menyaksikan demonstrasi tersebut. Beberapa bahkan mencoba langsung, meski mengaku sedikit ragu saat melihat garis merah muncul di kulit.

Namun, rasa penasaran mengalahkan kekhawatiran awal mereka.

“Awalnya kaget, karena di kulit muncul garis merah. Tapi rasanya justru hangat dan bikin badan lebih ringan,” ujar salah satu peserta kelas yoga.

Menjembatani Pemahaman Lintas Budaya

Menurut Annette, tujuan memperkenalkan kerokan bukan sekadar menunjukkan tradisi unik Indonesia.

Ia ingin membuka dialog lintas budaya dan memperluas pemahaman tentang cara berbeda dalam menjaga kesehatan.

Ia menilai praktik tradisional Indonesia memiliki kesamaan filosofi dengan yoga, yaitu menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan energi.

Keduanya tidak harus dipertentangkan dengan pendekatan medis modern, melainkan bisa saling melengkapi.

Tren Kesehatan Global yang Kian Terbuka

Di Amerika Serikat, minat terhadap praktik kesehatan alternatif terus meningkat. Banyak komunitas mulai terbuka terhadap pengobatan tradisional dari berbagai negara, seperti akupunktur, meditasi, hingga terapi herbal. Kerokan pun menjadi pengalaman baru yang menarik perhatian.

Aksi Annette ini mendapat respons positif di media sosial. Warganet Indonesia mengaku bangga karena tradisi kerokan yang selama ini dianggap sepele justru mendapat ruang di luar negeri.

Sementara itu, netizen internasional menyatakan ketertarikan untuk mengenal lebih jauh budaya kesehatan dari Indonesia.

Baca Juga: Dompet Mulai Punah? Fenomena Cashless Society yang Diam-Diam Mengubah Cara Kita Hidup

Kearifan Lokal Melangkah ke Panggung Dunia

Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Annette tidak hanya mengajarkan yoga, tetapi juga membawa cerita tentang identitas, budaya, dan cara hidup masyarakat Indonesia ke panggung dunia.

Ia membuktikan bahwa kearifan lokal Nusantara tetap relevan dan mampu diterima di tengah arus globalisasi.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kerokan #new york amerika #guru yoga Indonesia #tradisi kesehatan Indonesia #komunitas yoga