Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kenapa Bau Newborn Bikin Nagih? Fenomena ‘Newborn Smell Addiction’ yang Dialami Hampir Semua Ibu Baru

Arinie Khaqqo • Selasa, 18 November 2025 | 18:15 WIB

ilustrasi bau new born
ilustrasi bau new born

RADARBONANG.ID – Ada banyak wangi yang menyenangkan di dunia, namun bagi para ibu baru, satu aroma dianggap paling menyentuh hati: bau newborn.

Bukan wangi parfum, bukan aroma bunga, melainkan wangi lembut bayi yang baru lahir.

Fenomena ketika ibu—dan bahkan ayah—merasa ketagihan mencium kepala bayi ini memiliki istilah unik namun nyata, yakni Newborn Smell Addiction.

Meski terdengar lucu, para ahli menegaskan bahwa fenomena ini punya dasar biologis, psikologis, dan emosional yang kuat.

Baca Juga: Kuburan Band Rayakan 24 Tahun Berkarya, Rilis Single “Ajeng” sebagai Bukti Kreativitas Tak Pernah Padam

Dalam beberapa pekan pertama kehidupan bayi, aroma newborn menjadi salah satu aspek paling menonjol yang dirasakan orang tua.

Banyak ibu mengaku bisa mencium kepala bayinya berkali-kali tanpa jeda dan menjadikannya ritual harian untuk menenangkan diri.

Rasa hangat, manis, dan lembut dari aroma alami kulit bayi disebut seperti menyalakan memori emosional yang tidak dimiliki aroma lain.

Ada “Formula Magis” di Aroma Newborn

Para ahli menjelaskan bahwa aroma khas bayi baru lahir adalah kombinasi dari beberapa faktor alami, mulai dari vernix caseosa—lapisan putih pelindung kulit bayi saat lahir—hingga perpaduan minyak alami, hormon, dan adaptasi kulit pascakelahiran.

Yang menarik, aroma ini tidak dipengaruhi bedak atau produk perawatan, melainkan wangi alami yang hanya bertahan selama beberapa minggu pertama. Inilah alasan mengapa banyak ibu ingin “menyimpan” aromanya lebih lama.

Beberapa penelitian neurosains menyebut aroma newborn sebagai stimulus yang sangat kuat bagi otak manusia, terutama otak ibu baru.

Ketika aroma ini terdeteksi, sebagian area otak yang berhubungan dengan reward system langsung aktif.

Efeknya Mirip “Natural Stress-Reliever”

Saat mencium bayi, tubuh ibu melepaskan hormon dopamin dan oksitosin. Keduanya dikenal sebagai hormon kebahagiaan dan kedekatan.

Proses ini membuat ibu merasa lebih tenang, lebih nyaman, dan semakin terikat pada anaknya.

Fenomena ini disebut baby scent bonding, yaitu proses alami ketika aroma bayi memicu insting manusia untuk merawat, melindungi, dan mencintai keturunannya.

Bagi banyak ibu baru yang tengah menghadapi perubahan emosional pascapersalinan, aroma newborn menjadi semacam “penenang alami” yang mempermudah adaptasi dengan kehidupan baru sebagai orang tua.

Bukan Hanya Ibu, Ayah Juga Mengalaminya

Meski sering dianggap insting keibuan, penelitian menunjukkan bahwa ayah juga memiliki respons emosional serupa.

Banyak ayah mengaku mencium kepala bayinya setelah pulang kerja mampu mengurangi stres dan memberikan efek recharge.

Ini membuktikan bahwa fenomena newborn smell bukan sekadar naluri keibuan, tetapi reaksi emosional universal yang hadir melalui ikatan keluarga.

Ketagihan yang Justru Berdampak Positif

Berbeda dari istilah “addiction” yang biasanya berkonotasi negatif, ketagihan akan aroma bayi justru membawa banyak manfaat.

Beberapa di antaranya adalah memperkuat bonding orang tua–anak, membantu ibu melewati masa baby blues, serta menumbuhkan rasa kasih sayang yang lebih intens.

Banyak new mom bahkan menyebut bau newborn sebagai “aroma surga” yang membuat hari-hari melelahkan terasa sedikit lebih ringan.

Muncul Fenomena FOMO Aroma

Menjelang usia beberapa minggu, aroma bayi mulai berubah seiring adaptasi kulit dan lingkungan. Banyak ibu yang merasa kehilangan momen ketika wangi itu mulai memudar.

Ini melahirkan fenomena FOMO aroma bayi, yaitu rasa rindu terhadap wangi newborn yang dianggap hanya muncul sekali seumur hidup.

Di komunitas parenting, ungkapan seperti “Aku kangen bau newborn!” atau “Kalau bisa dibotolin, pasti langsung aku simpan!” menjadi hal yang sangat umum.

Baca Juga: PM Albania Sebut Menteri AI “Hamil 83 Anak Digital”, Apa Maksudnya?

Kenapa Bisa Viral?

Di TikTok, momen para ibu mencium bayinya kerap menjadi konten viral. Ada yang menangis penuh haru, ada yang tertawa tanpa sebab, ada pula yang menyebutnya sebagai “healing paling nyata.”

Netizen sepakat fenomena ini bukan drama, melainkan insting alami yang tak bisa dijelaskan dengan logika semata.

Aroma yang Menyimpan Kenangan

Lebih dari sekadar aroma, wangi newborn menyimpan memori emosional yang kuat: malam-malam begadang, proses menyusui, kecemasan awal menjadi orang tua, hingga momen memeluk bayi untuk pertama kalinya. Semua itu membentuk ingatan mendalam yang dipicu oleh aroma.

Pada akhirnya, Newborn Smell Addiction bukan fenomena yang perlu dikhawatirkan. Justru, ia menegaskan bahwa dalam wangi kecil itu, terdapat cinta terbesar yang baru lahir ke dunia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#bonding ibu dan bayi #bau newborn #fenomena bayi baru #newborn smell addiction #newborn scent