Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Healing Jadi Alasan Orang Ketagihan Checkout Belanja Online, Ini Kata Psikolog

Arinie Khaqqo • Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:25 WIB
Ilustrasi checkout belanja online.
Ilustrasi checkout belanja online.

RADARBONANG.ID – Pernah nggak sih, lagi suntuk kerja, bete sama tugas, atau capek dengan drama kehidupan, tiba-tiba scrolling e-commerce terus checkout sesuatu, dan rasanya langsung plong? Fenomena ini ternyata dialami banyak orang.

Belanja online kini bukan sekadar kebutuhan, tapi sudah jadi semacam healing instan yang bikin hati lebih bahagia.

Berdasarkan data yang dirangkum dari sejumlah artikel psikologi, Psikolog ada yang menyebutkan bahwa self-reward alias memberi hadiah kecil untuk diri sendiri bisa memicu rasa bahagia.

Belanja online memberikan sensasi itu. Klik, pilih, bayar, lalu tinggal tunggu paket datang. Mudah, cepat, dan bikin hati adem.

Setiap kali barang datang, kita merasakan dopamine rush, semacam hormon bahagia. Makanya banyak orang merasa belanja online itu menenangkan.

Siapa sih yang nggak senyum-senyum sendiri waktu dengar notifikasi “Paket Anda sudah sampai”? Rasanya seperti dapat kejutan kecil.

Bahkan meski cuma beli kaos obral Rp39 ribu atau skincare ukuran mini, efeknya tetap bikin hati puas.

Nggak heran kalau banyak orang menyebut aktivitas ini sebagai retail therapy.

Karena memang ada rasa lega, puas, bahkan semangat baru setelah menerima paket.

Belanja online juga sering dianggap hiburan. Banyak orang yang tidak benar-benar berniat membeli, tapi suka sekadar window shopping digital.

Scroll produk lucu, lihat promo kilat, atau masukin wishlist, sudah cukup bikin rileks.

Apalagi dengan banjir diskon, free ongkir, sampai promo tanggal cantik seperti 9.9, 10.10, atau 11.11. Rasanya seperti festival belanja yang selalu ditunggu.

Meski begitu, para ahli mengingatkan supaya tidak kebablasan.

Healing lewat belanja online boleh, tapi jangan sampai dompet ikut “sakit hati”. Kuncinya adalah belanja bijak: beli sesuai kebutuhan, tetapkan budget, dan jangan gampang tergoda promo.

Dengan begitu, belanja online tetap bisa jadi sarana hiburan, self reward, sekaligus healing tanpa bikin keuangan berantakan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#memicu rasa bahagia #belanja online #self reward #healing