Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Fenomena Self-Love: Tren atau Kebutuhan Jiwa? Ini Fakta Mengejutkan di Balik Cinta Diri Sendiri yang Viral di Medsos

Heny Rohmawati • Senin, 14 Juli 2025 | 01:20 WIB
Self-Love, perlu memahami aspek utama dalam mencintai diri sendiri. Foto adalah ilustrasi.
Self-Love, perlu memahami aspek utama dalam mencintai diri sendiri. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Cintai dirimu sendiri dulu, baru bisa mencintai orang lain.

Kalimat ini mendadak jadi mantra modern yang berseliweran di media sosial.

Dari TikTok, Instagram hingga Twitter, tagar #SelfLove telah dibagikan lebih dari 12 juta kali.

Tapi pertanyaannya: Apakah semua orang benar-benar memahami makna self-love, atau sekadar ikut-ikutan tren?

Jadi, Self-Love Itu Harus Gimana?

Self-love seharusnya melibatkan 5 aspek utama:

  1. Self-awareness – mengenal emosi dan kebutuhan pribadi
  2. Self-acceptance – menerima kekurangan dan masa lalu
  3. Self-care – merawat fisik dan mental dengan seimbang
  4. Self-respect – berani bilang “tidak” pada hal yang merugikan
  5. Self-growth – terus belajar dan berkembang tanpa membandingkan diri

Netizen Speak Up: “Aku Kira Self-Love Itu Cuma Liburan... Ternyata Lebih Sulit dari Itu”

Salah satu pengguna X (Twitter), @rahmawrites, curhat:

“Selama ini aku pikir self-love itu liburan ke Bali atau beli lilin aromaterapi. Tapi saat di rumah nangis karena ngerasa nggak cukup, aku sadar ternyata aku cuma menunda luka yang belum selesai.”

Komentar ini disambut ribuan likes dan retweet. Banyak yang mengaku mengalami hal serupa.

Rupanya, cinta terhadap diri sendiri tak bisa instan.

Butuh kejujuran, kesabaran, dan keberanian untuk menyentuh sisi terdalam dari diri.

Jangan Salah Kaprah, Self-Love Bukan Egois

Satu hal yang masih sering disalahpahami adalah anggapan bahwa self-love itu egois atau narsistik.

Padahal, mencintai diri sendiri bukan berarti mengabaikan orang lain, melainkan memastikan diri punya “baterai penuh” sebelum membantu sekitar.

Psikolog Aisyah menambahkan, “Bayangkan kamu pesawat yang harus terbang jauh. Kalau sayapmu rapuh, kamu bisa jatuh dan menjatuhkan penumpang lain juga.”

Tak ada formula sakti untuk self-love. Ia bukan tujuan, tapi perjalanan yang terus berkembang seiring waktu. Yang penting, kita mau mulai.

Mulailah dari hal kecil: maafkan dirimu hari ini. Peluk dirimu seperti kamu memeluk sahabat yang patah hati.

Karena pada akhirnya, dirimu adalah rumah pertama dan terakhir yang bisa kamu pulangin. (*)

Editor : Amin Fauzie
#SelfLove #mencintai diri sendiri #self-love