RADARBONANG.ID - Perempuan yang memasuki usia 45 tahun ke atas dapat mengalami perubahan fisik, mulai dari berat badan yang lebih mudah bertambah hingga perubahan suasana hati.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan perubahan hormon menjelang menopause, penurunan massa otot, serta perubahan metabolisme tubuh.
Spesialis Gizi Klinis dr. Feronika Wijaya menjelaskan bahwa penurunan produksi hormon estrogen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.
Baca Juga: Ingin Tubuh Tetap Sehat? Empat Kebiasaan Ini Bisa Membantu Menjaga Metabolisme Tetap Optimal
Hal itu disampaikannya dalam program wawancara Warta Kota Production yang tayang di kanal YouTube.
Menurut dr. Feronika, estrogen memiliki berbagai fungsi dalam tubuh, termasuk berkaitan dengan metabolisme.
Ketika produksinya menurun selama masa perimenopause, tubuh dapat mengalami perubahan dalam cara mengatur energi.
“Pada masa perimenopause, masalah utamanya adalah produksi hormon estrogennya yang makin turun. Dia punya peranan macam-macam, misalnya terhadap metabolisme yang membantu peningkatan metabolisme," ujar dr. Feronika dalam tayangan tersebut.
"Kalau turun, otomatis metabolismenya ikut turun,” lanjutnya.
Perubahan tersebut dapat membuat sebagian perempuan merasa berat badannya lebih mudah naik meskipun sudah berusaha mengurangi asupan makanan.
Namun, kenaikan berat badan tidak hanya dipengaruhi hormon, melainkan juga pola aktivitas, komposisi tubuh, pola makan, dan faktor lainnya.
Penurunan Massa Otot Ikut Memengaruhi Berat Badan
Selain perubahan hormon, berkurangnya massa otot juga dapat memengaruhi kebutuhan energi tubuh.
Otot menggunakan energi, sehingga penurunan massa otot dapat membuat jumlah kalori yang dibakar saat tubuh beristirahat ikut berkurang.
Karena itu, mengurangi porsi makan secara drastis bukan selalu menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi kenaikan berat badan.
Pembatasan asupan yang berlebihan berisiko membuat kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dan massa otot semakin berkurang.
Respons tubuh terhadap pembatasan makan juga dapat berbeda pada setiap orang.
Sementara stres dan kurang tidur dapat memengaruhi nafsu makan serta kebiasaan sehari-hari, kenaikan berat badan tidak bisa disimpulkan hanya disebabkan oleh peningkatan hormon kortisol.
Founder 45 Plus Circle sekaligus pelatih kebugaran perempuan Sandra Ratnasari turut menekankan pentingnya menjaga aktivitas fisik seiring bertambahnya usia.
Menurutnya, kebiasaan melatih otot perlu dibangun sejak muda agar tubuh tetap kuat ketika memasuki usia lanjut.
Otot yang jarang dilatih dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami penurunan kekuatan dan kemampuan bergerak.
Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan, kemampuan berjalan, serta fungsi tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kurangi Gula dan Biasakan Tubuh Tetap Aktif
Untuk menjaga kebugaran setelah usia 45 tahun, perempuan dianjurkan melakukan perubahan gaya hidup secara bertahap.
Langkah sederhana dapat dimulai dengan memperhatikan asupan gula tambahan dan meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.
Mengurangi konsumsi gula sederhana, terutama dari minuman manis dan makanan tinggi gula tambahan, dapat membantu mengendalikan asupan kalori.
Namun, tubuh tetap membutuhkan makanan bergizi seimbang, termasuk sumber protein untuk membantu mempertahankan massa otot.
Aktivitas fisik juga perlu menjadi bagian dari rutinitas. Perempuan dapat memulainya dengan berjalan kaki, melakukan latihan kekuatan sesuai kemampuan, atau memilih kegiatan lain yang membuat tubuh lebih banyak bergerak.
Latihan kekuatan penting untuk membantu mempertahankan massa otot, sedangkan aktivitas aerobik mendukung kesehatan jantung dan kebugaran secara keseluruhan.
Intensitas latihan dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kemampuan masing-masing.
Perempuan yang mengalami kenaikan berat badan secara signifikan, perubahan suasana hati yang mengganggu, atau keluhan lain menjelang menopause sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan begitu, penyebab keluhan dapat dinilai secara tepat dan penanganan disesuaikan dengan kebutuhan.
Menjaga berat badan pada usia 45 tahun ke atas bukan sekadar memangkas porsi makan. Pola makan bergizi, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan pemeliharaan massa otot menjadi bagian penting untuk mendukung kesehatan serta kualitas hidup dalam jangka panjang. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari