RADARBONANG.ID - Banyak orang tua memilih menambahkan kaldu instan pada Makanan Pendamping ASI (MPASI) demi memperkaya rasa.
Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Kunci utamanya adalah memahami kandungan gizi, membatasi gula dan garam, serta menyesuaikannya dengan usia anak.
Sebelum memasukkan kaldu instan ke menu si kecil, biasakan membaca nutrition facts pada kemasan.
Tak jarang, masakan sudah terasa lezat tanpa tambahan kaldu, gula, atau garam.
Jika kaldu instan memiliki kandungan gula dan garam tinggi, sebaiknya hindari, terutama untuk anak di bawah dua tahun.
Batasan Gula untuk MPASI
Tidak ada larangan total penggunaan gula dalam MPASI, namun porsinya harus dibatasi.
Anak di bawah dua tahun dianjurkan mengonsumsi gula kurang dari 5% dari total kalori harian.
Contoh: Anak usia 12 bulan dengan berat 9–10 kg membutuhkan sekitar 900–1.000 kalori/hari. Artinya, gula yang aman hanya 11,25–12 gram per hari.
Batasan Garam dan Pentingnya Yodium
Begitu juga dengan garam, penggunaannya hanya untuk memperkaya rasa, bukan sumber utama nutrisi.
- Anak usia 1–3 tahun sebaiknya mengonsumsi kurang dari 2 gram garam per hari.
- Pilih garam beryodium, karena yodium penting untuk fungsi tiroid dan metabolisme tubuh.
Tips Aman Menggunakan Kaldu Instan untuk MPASI
- Pilih kaldu dengan kandungan gula dan garam rendah.
- Gunakan hanya sebagai penambah rasa, bukan bahan utama.
- Perhatikan batas harian sesuai usia anak.
- Variasikan rasa MPASI dengan bahan alami seperti kaldu ayam rumahan, rebusan sayuran, atau rempah segar.
Dengan penggunaan bijak, kaldu instan bisa tetap hadir dalam menu MPASI tanpa mengorbankan kesehatan si kecil.
Ingat, rasa gurih bisa diciptakan tanpa harus berlebihan pada gula dan garam. (*)
Editor : Amin Fauzie