Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Skena Fixie Gear Kembali Nge-tren: Dari Gaya Hidup Urban ke Manfaat Kesehatan

Muhammad Azlan Syah • Sabtu, 14 Juni 2025 - 14:05 WIB
Sebuah sepeda fixie dengan velg biru mencolok terparkir di depan pagar—sebuah potret kebangkitan skena fixie gear di tengah kota.
Sebuah sepeda fixie dengan velg biru mencolok terparkir di depan pagar—sebuah potret kebangkitan skena fixie gear di tengah kota.

RADARBONANG.ID - Kota-kota besar di Indonesia kembali dipenuhi warna-warni frame sepeda ramping tanpa rem.

Tak terkecuali di Kota Tuban, sepeda fixie atau fixed gear kembali menjadi primadona di kalangan anak muda urban, bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai simbol gaya hidup, pernyataan visual, dan alternatif olahraga ringan.

Kilas Balik Tren Fixie

Tren sepeda fixie sempat meledak pada awal 2010-an, terutama di kawasan perkotaan.

Dengan ciri khas satu gear tetap dan tanpa sistem rem konvensional, sepeda ini awalnya digunakan oleh kurir sepeda di kota-kota besar Amerika Serikat karena ringan, cepat, dan minim perawatan.

Tak butuh waktu lama hingga gaya ini merembet ke Asia, termasuk Indonesia.

Setelah sempat meredup, kini fixie kembali menemukan momentumnya. Media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, memainkan peran besar dalam menghidupkan kembali tren ini lewat video estetika "city riding", "night ride", hingga tantangan urban cycling.

Kenapa Anak Muda Suka Fixie?

Menurut Muhkar (25), penyuka sepedah fixie di Tuban, daya tarik fixie terletak pada desainnya yang minimalis namun mencolok.

“Satu hal yang bikin jatuh cinta ya tampilannya. Clean, ringan, dan kita bisa kustom warna sesuka hati. Ada juga pride saat bisa menguasai teknik ngerem pakai kaki,” ujarnya.

Manfaat Kesehatan yang Tidak Main-main

Tak hanya gaya, sepeda fixie juga menyimpan manfaat kesehatan. Karena tidak memiliki rem dan gear yang bisa diubah, pengendara fixie harus mengayuh dan mengontrol kecepatan hanya dengan kekuatan kaki.

Ini menjadikan aktivitas bersepeda dengan fixie sebagai latihan kardio dan otot kaki yang cukup intens.

dikutip dari sehatpedia.id Menurut dr. Yoga Santosa, dokter spesialis kedokteran olahraga, fixie cocok digunakan sebagai latihan ringan hingga menengah.

"Bersepeda dengan fixie bisa membakar sekitar 400–600 kalori per jam tergantung intensitas. Koordinasi tubuh juga meningkat karena pengendara harus fokus penuh saat mengendalikan sepeda,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa fixie tidak cocok untuk pemula dan sebaiknya digunakan di jalur yang aman dari kendaraan besar.

Komunitas dan Ruang Kota

Di Yogyakarta, komunitas seperti Jogja Fixed Gear rutin mengadakan kumpul bareng dan gowes malam hari.

Mereka menyebut aktivitas ini sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat ikatan sosial di tengah kota yang semakin padat.

Hal serupa juga terjadi di Tuban. Beberapa taman kota dan jalan protokol kini menjadi tempat favorit para pengendara fixie, terutama setelah jam pulang kerja atau saat akhir pekan.

Catatan Keselamatan

Namun, di balik gaya dan manfaatnya, penggunaan fixie tetap memiliki risiko.

Sepeda ini tak memiliki rem manual, sehingga pemula rentan terjatuh jika tidak memahami teknik pengereman dengan kaki. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sepedah fixie #fixie #manfaat bersepeda fixie