Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Awas! Kurang Aktivitas Bisa Menyebabkan Depresi, Berikut 6 Faktor Pemicu Gangguan Kesehatan Mental yang Paling Banyak Dialami Wanita Ini

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 8 Juni 2024 | 19:05 WIB
Depresi paling banyak dialami wanita. Salah satu penyebabnya adalah kurang aktivitas fisik.
Depresi paling banyak dialami wanita. Salah satu penyebabnya adalah kurang aktivitas fisik.

TUBAN-Depresi merupakan salah satu kondisi gangguan mental yang cukup banyak dialami masyarakat dari berbagai latar belakang.

Menurut Unicef, depresi dapat muncul bersamaan dengan perasaan cemas.

Perasaan sedih karena depresi sangat berbeda dengan perasaan sedih biasa.

Depresi sangat memengaruhi segala aspek kehidupan dan kegiatan sehari–hari.

Hal ini juga menimbulkan masalah di sekolah maupun tempat kerja.

Melansir dari organisasi kesehatan dunia, WHO sekitar 3,8 persen populasi dunia menderita depresi.

Depresi paling banyak dialami wanita dengan persentase 6 persen dan pria 4 persen.

Dari segi kelompok umur terbanyak berusia lebih dari 60 tahun sebanyak 5,7 persen.

WHO memerkirakan 280 juta orang di dunia yang mengalami depresi.

Dari jumlah tersebut lebih dari 700 ribu orang meninggal karena bunuh diri pada setiap tahunnya.

Kasus bunuh diri yang dipicu depresi, terbanyak dialami kelompok umur 15–29 tahun.

Dikutip dari who.int, gejala depresi yang paling banyak dialami adalah kesulitan konsentrasi, sulit tidur, atau bahkan terlalu banyak tidur.

Gejala berikutnya, makan terlalu banyak dan terlalu sedikit yang mengakibatkan penurunan atau kenaikan berat badan drastis.

Juga tidak memiliki energi untuk melakukan kegiatan sehari–hari.

Sebagian penderita depresi berpikiran untuk menyakiti diri sendiri, bahkan melakukan bunuh diri.

Menurut ilmu kesehatan jiwa, faktor pemicu berkembangnya depresi  sebagai berikut:

1. Faktor genetik

Faktor genetika memungkinkan seseorang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita depresi dan beberapa gangguan mental lainnya.

2. Peristiwa buruk

Hal ini berkontribusi pada timbulnya depresi, seperti trauma, kematian seseorang yang dicintai, perceraian, kurangnya dukungan pada lingkungan sosial, pengalaman hidup yang sulit, dan kehilangan orang terkasih.

3. Kondisi medis

Kondisi medis seperti menderita penyakit kronis juga dapat menyebabkan depresi.

4. Kondisi kimia pada otak

Ketidakseimbangan neurotransmitter pada otak, seperti serotonin dan dopamin memiliki peran dalam perkembangan depresi.

5. Efek samping obat–obatan

Obat–obatan yang dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping.

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan bahkan memperburuk depresi.

6. Kurangnya aktivitas fisik

Kurang aktivitas fisik juga menjadi salah satu penyebab depresi.

Begitu juga penggunaan alkohol dapat memperparah depresi.

Selama depresi berlangsung, seseorang akan mengalami suasana hati yang tertekan, seperti merasa sedih, mudah tersinggung, dan hampa.

Bahkan, banyak penderita depresi kehilangan minat pada hal–hal yang mereka sukai sebelumnya.

Depresi dan gangguan kesehatan mental hanya dapat didiagnosis oleh ahli.

Perawatan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya meliputi psikoterapi yang melibatkan sesi konseling dengan ahli kesehatan mental, mengonsumsi obat – obatan seperti antidepresan, dan terapi stimulasi pada otak.

Namun, penggunaan antidepresan tidak boleh diberikan pada anak – anak dan bukan merupakan solusi pengobatan yang utama bagi para remaja.

Obat ini harus digunakan sehati – hati mungkin.

Sedangkan untuk penderita gangguan kesehatan mental berupa bipolar, maka akan mendapatkan penanganan yang berbeda. (*)

OPTIMIS : Foto bersama untuk menatap pengundian hadiah lagi.
OPTIMIS : Foto bersama untuk menatap pengundian hadiah lagi.
Editor : Amin Fauzie
#pemicu #kesehatan #Gangguan Kesehatan Mental #wanita #Kurang Aktivitas #bunuh diri #depresi