RADARBONANG.ID – Polemik yang berkepanjangan di internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Kwan Sing Bio Tuban memasuki babak baru.
Setelah forum hearing pada Rabu (30/7) tak membuahkan solusi, Komisi II DPRD Tuban berinisiatif mengambil langkah mediasi lanjutan.
Tiga tokoh senior yang pernah menjadi pengurus kelenteng, yakni Soedomo Mergonoto, Alim Markus, dan Paulus Welly Affandi, direncanakan akan diundang ke DPRD dalam waktu dekat.
Ketua Komisi II DPRD Tuban Fahmi Fikroni menjelaskan bahwa ketiga tokoh asal Surabaya itu dinilai sebagai sosok yang paling tepat untuk menjembatani konflik internal antara umat kelenteng dengan pengurus terpilih periode 2025–2028.
Dia menyebut, pihaknya berharap kehadiran mereka mampu mengurai akar persoalan yang selama ini belum terselesaikan.
Fikroni menegaskan bahwa DPRD akan terus mengupayakan kehadiran mereka.
Dia menilai, keterlibatan ketiga mantan pengurus sangat penting demi kemaslahatan umat kelenteng.
Bahkan, dia menyebut bahwa mereka adalah kunci perdamaian dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Jika ketiganya bisa hadir, maka langkah selanjutnya adalah mengundang unsur Forkopimda untuk duduk bersama dalam forum lanjutan.
"Target kami, masalah kelenteng bisa selesai Agustus ini," harapnya.
Di sisi lain, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tuban, Mashari, turut menyuarakan harapan agar konflik yang terjadi segera menemukan jalan damai.
Dia mengungkapkan keprihatinannya atas dampak konflik terhadap kenyamanan umat dalam beribadah.
Mashari menekankan bahwa ketegangan di internal kelenteng tidak boleh dibiarkan berlarut.
Dia mengingatkan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Kabupaten Tuban selama ini berada di angka yang tinggi, bahkan melebihi rata-rata nasional.
Oleh karena itu, ia berharap proses penyelesaian bisa berjalan cepat dan tuntas, terlebih karena sebelumnya pihak Kemenag sudah melakukan mediasi yang menghasilkan kesepakatan bersama.
Dengan rencana mediasi yang melibatkan tokoh-tokoh senior dan dukungan dari lembaga negara, diharapkan gejolak internal di Kelenteng Kwan Sing Bio bisa segera mereda demi ketenangan umat. (*)
Editor : Amin Fauzie