Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenal Kesenian Tongklek Tuban, Seni yang Sudah Ada Sejak Sekitar Tahun 1972

M. Afiqul Adib • Minggu, 23 Maret 2025 | 14:05 WIB
Kesenian Tongklek Tuban
Kesenian Tongklek Tuban

RADARBONANG- Tongklek Tuban merupakan kesenian yang udah ada sejak sekitar tahun 1972 dan terus berkembang seiring waktu.

Awalnya sederhana banget, asal asalnya cuma memukul-mukul alat perkakas rumah tangga seadanya dengan tempo yang ajeg dan pola tertentu. Dari situ, lahirlah irama permainan perkusi yang aktif, bikin siapa aja yang denger langsung tergerak untuk ikutan bergoyang.

Ada yang bilang, nama “tongklek” itu diambil dari bunyi alat musiknya "tong" dan "klek". Bener juga, karena alat musik yang dipakai pun nggak jauh dari yang biasa ada di rumah.

Mulai dari botol kaca, drum plastik, galon air, sampai kaleng-kaleng bekas, semua diolah jadi sumber irama yang asik. Tapi satu hal yang selalu ada di setiap penampilan tongklek adalah kentongan bambu.

Kentongan ini udah kayak signature, menandakan kalau grup tongklek itu bener-bener asli dan punya identitas sendiri.

Perkembangan tongklek pun nggak lepas dari dinamika zaman. Awalnya, kesenian yang dulunya hanya dimainkan oleh para pemuda dan bahkan dipakai untuk membangunkan lingkungan saat sahur, kini sudah menjamur di hampir setiap desa dan kelurahan di Tuban.

Bahkan sekolah-sekolah pun pada ikut-ikutan bikin grup tongklek. Dari bocah SD sampai dewasa, semua bisa ikutan, dan itu bikin pertunjukan tongklek makin rame dan penuh warna.

Sejak tahun 1979, tongklek yang dulu dikenal dengan nama “Patrol” di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, mulai bertransformasi. Penampilan yang dulunya santai ala jalanan, sekarang udah dimodernisasi dengan kostum yang makin kece dan aneh-aneh.

Grup tongklek yang dulunya cuma pakai baju kadarnya, kini tampil dengan riasan yang rapi, berani bereksperimen dengan kostum unik yang bikin penonton terpesona.

Kesenian tongklek ini nggak cuma soal musik, tapi juga jadi wadah hiburan dan pertunjukan yang seru. Dengan adanya festival musik tongklek di Tuban, terutama pas Ramadan, penampilan mereka selalu jadi magnet buat para penikmat seni.

Suasana festival yang santuy dan penuh keceriaan bikin semua orang lupa sejenak dari rutinitas harian yang kadang bikin stres. Malah, kalau udah nonton tongklek, nggak jarang penonton sampai ikutan tepuk tangan bareng, karena iramanya itu bener-bener bikin semangat.

Kesenian tongklek ini merupakan cerminan dari dinamika masyarakat Tuban. Dari yang sederhana, perlahan berubah jadi industri kecil yang penuh kreativitas.

Masyarakat pun turut andil dalam perkembangan seni ini, mulai dari ikut mendukung pertunjukan, hingga menciptakan bentuk-bentuk baru yang lebih modern.

Jadi, kalau kamu lagi pengen nyari hiburan yang beda dan punya nuansa khas lokal, coba deh saksikan pertunjukan tongklek Tuban.

Dijamin, kamu bakal terpesona sama kombinasi kreativitas, tradisi, dan semangat muda yang selalu bikin seni ini tetap hidup dan berkembang.

Warga Taman Belimbing RW 3 Kelurahan Peterongan,Semarang Selatan berbuka puasa bersama di Masjid Al-Mukhlishin, Sabtu (22/3/2025) sore.
Warga Taman Belimbing RW 3 Kelurahan Peterongan,Semarang Selatan berbuka puasa bersama di Masjid Al-Mukhlishin, Sabtu (22/3/2025) sore.
Melalui upacara Melasti, umat Hindu dapat meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan.
Melalui upacara Melasti, umat Hindu dapat meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kesenian #tong #tongklek #seni #tuban #klek