Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kehidupan Dalang di Tuban. Regenerasi Dalang Terputus karena Lumbung Penghidupannya Tidak Menjanjikan

Dwi Setiyawan • Senin, 19 Februari 2024 | 16:00 WIB

Pertunjukan wayang kulit di Tuban, Jawa Timur yang masih bertahan di tengah minimnya tanggapan.
Pertunjukan wayang kulit di Tuban, Jawa Timur yang masih bertahan di tengah minimnya tanggapan.

TUBAN - Tuban termasuk salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menjadi gudangnya pelaku seni. Jumlah pelaku seninya saja 1.295 orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 53 adalah dalang. Banyaknya dalang sangat ironi dengan nasibnya.

Ketua Dewan Kesenian Tuban (DKT) Joko Wahono mengatakan, dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jatim dan Jateng, jumlah dalang di Tuban paling banyak.

Meski jumlahnya paling banyak, kata dia, regenerasi dalang di Tuban sempat terputus.

Pemicunya tidak menjanjikannya dalang sebagai lumbung penghidupan.

Joko menyebut pada era 2000–2018, nyaris tidak muncul dalang baru.

Itu karena selama hampir dua dekade tersebut, panggung dalang sangat minim.

Mereka hanya mengandalkan panggung di desa-desa untuk acara sedekah bumi dan ruwatan.

‘’Seniman lahir karena kebutuhan pasar, jika tidak ada permintaan pasar, maka orang juga pikir-pikir kalau mau jadi seniman,’’ bebernya.  

Joko menyampaikan, minimnya regenerasi dalang baru saat itu membuat Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Tuban sempat vakum selama dua dekade.

Seniman seni rupa itu juga mengungkapkan, sebagian besar anak muda di Tuban yang tertarik menjadi dalang adalah dari keluarga dalang juga.

Di luar itu, hanya sebagian kecil yang ingin menjadi dalang atas kesadaran sendiri. (*)

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#dalang di tuban