Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ditemukan Arca Dewa Siwa dan Prasasti Palawa di Area Makam Barat Ketigo Tuban. Menguatkan Jejak Sejarah Mahapatih Gajah Mada

Dwi Setiyawan • Kamis, 21 Desember 2023 | 16:00 WIB
Arkeolog meneliti prasasti batu bertuliskan huruf palawa di tanah milik Pasimin di Dusun Banaran, Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding.
Arkeolog meneliti prasasti batu bertuliskan huruf palawa di tanah milik Pasimin di Dusun Banaran, Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding.

TUBAN-Dua benda bersejarah ditemukan di area makam Barat Ketigo di wilayah Kasunanan Bejagung, Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada 27 Oktober 2016.

Temuan tersebut melengkapi bukti temuan sebelumnya, berupa prasasti batu bertuliskan huruf palawa.

Kedua benda bersejarah tersebut bisa menjadi benang merah pusara Barat Ketigo sebagai makam Gajah Mada, Arca yang ditemukan berbentuk Dewa Siwa setinggi 20 cm.

Kepala Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur  Hari Winarko menunjukkan arca Dewa Siwa.
Kepala Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Hari Winarko menunjukkan arca Dewa Siwa.

Patung sebagai media memuja Tuhan atau dewa  tersebut ditemukan Ahmad Dani, pemuda desa setempat.

Tiga hari setelah ditemukan, arca tersebut diserahkan kepada Kepala Desa Prunggahan Wetan Hari Winarko.

Dia mengaku menemukan arca di sekitar makam pada malam hari.

Setelah diserahkan kepada kepala desa, Hari langsung menyampaikan kepada Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto.

Arca berbahan perunggu tersebut merupakan replika Dewa Siwa dengan ciri mempunyai empat tangan dan kedua tangan di antaranya terlihat memegang senjata.

Arca tersebut sudah tak utuh. Warnanya memudar.

Sebelumnya, pada 17 Oktober 2016 ditemukan prasasti batu bertuliskan huruf palawa di tanah milik Pasimin di Dusun Banaran, Desa Prunggahan Wetan.

Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, diperkirakan prasasti tersebut telah ada sejak awal tahun 1000-an atau era Kerajaan Kahuripan di bawah kepemimpinan Raja Airlangga.

‘’Ini salah satu peninggalan kerajaan zaman dulu,’’ terang dia merujuk penjelasan arkeolog. (*)

PENGAWASAN MELEKAT: Anggota Polrestabes Surabaya di lapangan dengan peralatan bocy cam di seragam masing-masing.
PENGAWASAN MELEKAT: Anggota Polrestabes Surabaya di lapangan dengan peralatan bocy cam di seragam masing-masing.
Editor : Amin Fauzie
#Kasunanan Bejagung #makam Gajah Mada #Arca Dewa Siwa #prasasti batu bertuliskan huruf palawa #kecamatan semanding #Barat Ketigo #Desa Prunggahan Wetan