Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Chiao Kuang, Sekolah Etnis Tionghoa di Tuban yang Tutup pada 1966. Gedungnya Tanpa Jejak, Data Alumnusnya Lenyap

Dwi Setiyawan • Selasa, 12 Desember 2023 | 15:00 WIB
Reuni Sekolah Rakyat Chiao Kuang TITD Kwan Sing Bio Tuban memajang foto-foto kuno semasa sekolah.
Reuni Sekolah Rakyat Chiao Kuang TITD Kwan Sing Bio Tuban memajang foto-foto kuno semasa sekolah.

TUBAN-Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur pernah berdiri Sekolah Rakyat (SR) Chiao Kuang.

Ini merupakan satu-satu sekolah etnis Tionghoa. Sekolah ini ditutup pada 1966 seiring larangan berkembangnya budaya Cina di tanah air semasa Orde Baru.

Sekolah ini berdiri di barat Gereja Pantekosta, Jalan Panglima Sudirman. Sekarang, gedung sekolah ini tanpa jejak.

Alumni sekolah ini pernah reuni pada 27 Agustus 2007 di aula Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban.  

Sekitar 300 alumnus dari lulusan 1951-1966 berkumpul. Selain reuni, mereka juga memajang foto-foto kuno semasa sekolah.

Alumuni Sekolah Rakyat Chiao Kuang menampilkan tari modern dengan iringan musik Mandarin.
Alumuni Sekolah Rakyat Chiao Kuang menampilkan tari modern dengan iringan musik Mandarin.

Selama berlangsung reuni, banyak alumnus sekolah ini yang tak saling mengenal. Hal itu bisa dimaklumi. Begitu juga 13 mantan guru mereka yang diundang.

Maklum, saat bersekolah, usia mereka masih belasan tahun. Saat reuni pada 2007, usia alumni SR Chiao Kuang rata-rata lebih dari setengah abad.

Dengan usia yang sudah uzur tentu wajah mereka banyak yang berubah. Ditambah lamanya mereka tak bertemu.

Jauhnya jalinan komunikasi antaralumnus SR Chiao Kuang karena sebagian besar di antara mereka memang tinggal di luar Tuban.

Bahkan, tidak sedikit yang berdomisili di sejumlah kota di Jakarta, Kalimantan, dan Sulawesi.

Reuni tersebut adalah pertemuan pertama antaralumnus SR Chiao Kuang setelah sekolah ini ditutup pemerintah pada 1966.

Itu berarti sekitar 41 tahun lebih (di tahun itu, Red) antaralumnus tak bertemu dan tak terjalin komunikasi.

Reuni perdana tersebut tak hanya dimanfaatkan untuk kangen-kangenan dan saling bertukar kabar.

Sejumlah alumnus juga tampil di panggung untuk menghibur teman-temannya. Hiburan yang disuguhkan adalah tarian dan nyanyian.

Meski seluruh alumnus SR Chiao Kuang tersebut telah memiliki status kewarganegaraan Indonesia, namun suasana budaya Mandarin masih begitu terasa kental.

Itu terlihat dari sejumlah tarian dan nyanyian yang tampilkan dengan musik Mandarin. Bahkan, Djan Hok, penasihat panitia menyampaikan sambutan dengan bahasa Mandarin.

Karno Harto Liman Jaya alias Liem Chin Hin, ketua panitia reuni menyatakan mempertemukan alumnus SR Chiao Kuang lulusan 1951-1966 sangat sulit.

Kesulitan tersebut karena tidak ada data nama-nama alumnus. Data lulusan sekolahnya, terang dia, terhapus bersamaan ditutupnya SR Chiao Kuang pada 1966.

‘’Jangankan data, bekas bangunan sekolah kami pun tak jelas di mana rimbanya,’’ tandas Karno.

Untuk bisa mengumpulkan para alumnus, terang pria yang tinggal di Jalan Lukman Hakim Tuban itu, sejumlah alumnus melakukan penelurusan selama tiga bulan lebih. Teknisnya adalah dengan getok tular.

Alumnus yang dikenalnya menelusuri mantan teman-teman se-almamaternya melalui informasi teman yang lain.

‘’Akhirnya, kami bisa mengumpulkan alumnus sebanyak ini,’’ tandas dia berbunga-bunga.

Oei Ging Koen alias Gunawan Putra Wirawan, alumnus SR Chiao Kuang pada 1966 menambahkan, meski sekolahnya kini sudah tak ada lagi, namun jasa sekolah tetap dikenang sepanjang masa oleh para alumnusnya.

Sekolahnya, kata dia, ditutup pemerintah pada 1966 menyusul larangan berkembangnya budaya Cina di tanah air semasa Orde Baru.

Sebelum SR Chiao Kuang Tuban dibubarkan dan ditutup pemerintah, pada 1957, SR Chiao Kuang hanya diperuntukkan bagi anak etnis Tionghoa yang belum memiliki status WNI.

‘’Sementara anak yang sudah berstatus WNI dipindahkan ke SD Pusaka Tuban,’’ kata Gunawan mengenang masa itu. (*)

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#mandarin #Sekolah Rakyat #Kwan Sing Bio #Chiao Kuang #tuban #sekolah etnis Tionghoa