TUBAN-Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban merupakan tempat ibadah umat Konghuchu, Tao, dan Buddha yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.
TITD Kwan Sing Bio Tuban pernah memiliki ikon patung Kwan Sing Tee Koen.
Meski pada akhirnya patung ini roboh, TITD Kwan Sing Bio Tuban tidak kehilangan magnet.
Itu karena kelenteng terbesar se-Asia Tenggara tersebut memiliki daya tarik luar biasa bagi pengunjung.
Salah satu daya tarik tersebut adalah banyaknya area yang dapat dieksplorasi.
Kelenteng di Jalan RE Martadinata Tuban ini merupakan simbol dari peradaban Negeri Tiongkok di Indonesia.
Di kelenteng ini, arsitektur bangunannya benar-benar mencerminkan budaya asli Tiongkok.
Itu setidaknya terlihat dari ornamen dinding, atap, tiang, gapura, dan bagian bangunan lain.
Relief naga yang tak banyak dijumpai di kelenteng lain, justru bertebaran di kelenteng ini.
Kelenteng ini juga didominasi warna merah menyala dan kuning. Keunikan lainnya adalah bertebarannya lampion.
Daya tarik lain dari kelenteng Kwan Sing Bio adalah patung raksasa kepiting di atas pintu gerbang utama.
Patung kepiting inilah yang menjadi lambang Kwan Sing Bio.
Di dunia, hanya kelenteng Kwan Sing Tio yang menggunakan lambang kepiting.
Dua bangunan bercorak khas Tiongkok berikutnya yang menjadi magnet wisatawan adalah gedung empat lantai dan panggung di atas air.
Kedua bangunan tersebut berada di halaman tengah.
Selain bangunannya yang mampu menjadi potret kecil peradaban Tiongkok di tanah air, sejumlah kesenian khas Negeri Beruang juga ada di sini.
Seperti pertunjukan wayang potehi. Begitu juga barongsay dan liong. (*)