Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Google Ingin Integrasikan Layanan Gemini AI dengan YouTube dan Google Maps, DOJ AS Ajukan Keberatan

Amin Fauzie • Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:50 WIB
Google ingin mengintegrasikan layanan kecerdasan buatan Gemini AI ini dengan YouTube dan Google Maps di sidang DOJ AS.
Google ingin mengintegrasikan layanan kecerdasan buatan Gemini AI ini dengan YouTube dan Google Maps di sidang DOJ AS.

RADARBONANG.ID - Google, perusahaan teknologi raksasa di bawah naungan Alphabet Inc., tengah memperjuangkan haknya untuk tetap bisa mengintegrasikan layanan kecerdasan buatan Gemini AI dengan dua platform andalannya: YouTube dan Google Maps.

Langkah ini disampaikan oleh pengacara Google, John Schmidtlein, dalam sidang bersama hakim federal Amerika Serikat, Amit Mehta, pada Rabu (8/10).

Menurut Schmidtlein, langkah integrasi tersebut bukan bentuk monopoli baru.

Dia menegaskan, “Tidak ada anggapan bahwa Google hingga saat ini telah mendapatkan monopoli atau kekuatan pasar di pasar kecerdasan buatan.

Tidak ada temuan bahwa [Google] Maps adalah produk monopoli atau YouTube adalah produk monopoli.”

Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan pandangan Departemen Kehakiman (DOJ) AS, yang menilai Google berpotensi mengulang praktik monopoli serupa seperti yang terjadi di pasar mesin pencarian.

Hakim Mehta sendiri sebelumnya telah memutus bahwa Google memang memonopoli pasar search engine dan iklan pencarian, sehingga kini tengah menyusun solusi untuk mengakhiri praktik ilegal tersebut.

Dalam keputusan bulan lalu, Mehta melarang Google membuat kontrak eksklusif yang mengatur distribusi produk seperti Google Search dan peramban Chrome.

Larangan itu muncul setelah terungkap bahwa Google menawarkan paket “semua atau tidak sama sekali” kepada produsen perangkat Android.

Syarat ini membuat mereka harus memuat hampir selusin aplikasi Google agar bisa mengakses Play Store, toko aplikasi terbesar di dunia Android.

Kebijakan tersebut bahkan membuat Microsoft Corp. terpaksa menampilkan mesin pencari Google di ponsel Surface Duo, ketimbang menggunakan mesin pencari miliknya, Bing.

Melihat pola tersebut, DOJ berpendapat larangan serupa seharusnya juga diterapkan untuk Gemini AI, agar tidak menjadi alat dominasi baru di era teknologi AI. Namun, Google menolak keras usulan itu.

YouTube kini memang menjadi platform streaming paling dominan, bahkan melampaui seluruh jaringan televisi dan layanan streaming milik Walt Disney Co.

Menurut data Nielsen, YouTube menghasilkan pendapatan iklan yang lebih besar dibanding gabungan empat jaringan siaran utama, dan mencatat lebih dari 1 miliar jam tontonan per hari.

Di sisi lain, Google Maps juga tak kalah kuat. Layanan pemetaan digital ini telah melampaui 2 miliar pengguna bulanan secara global, menjadikannya salah satu produk paling populer di ekosistem Google.

Lebih dari 5 juta aplikasi dan situs web pun bergantung pada Google Maps untuk menyediakan fitur navigasi dan data lokasi bisnis.

Sebagai perbandingan, Apple Maps baru memiliki “ratusan juta” pengguna pada 2020, angka yang jauh di bawah capaian Google Maps.

Menanggapi tudingan monopoli, Schmidtlein menegaskan bahwa industri AI masih sangat muda dan dinamis.

“Google tidak boleh dihalangi untuk menggunakan taktik yang sama seperti perusahaan lain di pasar,” ujarnya.

Dia membandingkan integrasi Gemini AI dengan YouTube dan Maps seperti Copilot AI milik Microsoft yang disematkan ke dalam software produktivitas Office.

Namun, Hakim Mehta mengajukan keberatan. Ia menilai jika Google diizinkan menggabungkan Gemini dengan platform populernya, maka hal itu bisa memberi perusahaan tersebut pengaruh besar untuk mendominasi pasar AI.

“Kondisi itu akan memungkinkan Google untuk menggunakan ‘pengaruhnya’ di pasar guna memposisikan layanan kecerdasan buatannya dengan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, pengacara DOJ Cameron Gower mendesak agar hakim menerapkan pembatasan yang sama terhadap Gemini, sebagaimana keputusan yang telah berlaku untuk Chrome.

Meski begitu, Mehta belum memberikan kepastian kapan keputusan akhir akan diumumkan.

Persidangan ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah persaingan teknologi global.

Sebab, hasilnya akan menentukan apakah Google boleh terus menyatukan ekosistem AI, video, dan peta digital ke dalam satu sistem terpadu, atau justru harus memisahkannya demi menjaga iklim persaingan yang sehat di industri kecerdasan buatan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#as #youtube #Gemini AI #google maps #DoJ #mengintegrasikan layanan #sidang bersama hakim federal Amerika Serikat