TUBAN-Sistem operasi menjadi bagian penting dari komputer. Banyaknya varian sistem operasi yang dapat diinstal menjadi sebuah problematika bagi penggunanya.
Dari sekian banyak sistem operasi, Windows masih menjadi penguasa pasar di seluruh dunia.
Maraknya laptop yang dijual menggunakan sistem operasi Windows membuat operating system (OS) menjadi kian marak.
Sistem operasi Windows yang begitu populer berbanding lurus dengan risiko serangan siber.
Serangan siber menargetkan sistem operasi yang dipakai banyak pengguna, termasuk Windows.
Virus atau malware tersebut akan mencuri data pengguna di komputer tersebut.
Yang menjadi bagian buruknya adalah data tersebut kadang menjadi sandra dan pengguna diharuskan membayar sebagai tebusan.
Berkaca dari hal tersebut, tak sedikit orang yang beralih ke sistem operasi Linux.
Apa Itu Linux?
Dikutip dari idntimes.com, Linux adalah sistem operasi yang mempunyai sifat open source atau terbuka, dan gratis.
Linux dibuat dengan menggunakan dasar kernel Linux yang diciptakan Linus Torvalds pada 1991.
Linux memiliki banyak distribusi atau yang biasa di sebut sebagai distro.
Para developer distro Linux dapat dengan mudah memodifikasi kernel Linux dan membawa beberapa fitur serta software, atau konfigurasi tertentu.
Umumya distro Linux banyak diedarkan secara gratis.
Namun, sebagian mengharuskan pengguna membayar untuk memakai sebuah distro Linux. Distro Linux yang paling terkenal antara lain, Ubuntu, Debian, dan Kali Linux.
Di luar sana tentu masih banyak variasi distro Linux yang bisa dipakai. Linux juga diklaim lebih aman dibandingkan sistem operasi Windows.
Karena itu, Linux sering dipakai menjadi OS Router, server, atau perangkat internet of thinks lainnya.
Mengapa Linux diklaim aman? Ini alasannya:
1. Izin Pengguna
Walau sistem operasi Linux mempunyai sumber terbuka, namun semua proses di dalamnya selalu diawasi dengan ketat.
Setiap proses yang dijalankan di Linux harus memiliki izin dari pengguna.
2. Linux sering kali tidak mengizinkan proses yang berjalan tanpa akses dari pengguna.
Sistem seperti ini dapat meminimalisir risiko mallware atau virus yang masuk ke sistem komputer.
Walaupun terbuka, Linux mengharuskan pengguna memasukan kata sandi superuser (root) untuk mengakses opsi administrasi penting lainnya.
Tindakan ini mencegah orang lain yang tidak berkepentingan mampu mengaksesnya dengan mudah.
3.Jumlah Pengguna Lebih Sedikit
Seperti disinggung di awal, para peretas selalu memanfaatkan sistem operasi yang banyak dipakai pengguna.
Karena itu, Linux dinilai kurang populer di mata peretas.
Ketat mereka, sistem di Linux dan jumlah pengguna yang terbilang sedikit membuat para hacker cenderung enggan membuat virus atau mallware untuk sistem operasi ini.
4. Sistem Operasi dengan Sumber Terbuka
Mayoritas distribusi distro Linux menggunakan sumber terbuka. Artinya semua orang dapat melihat kode sumber tersebut.
Komunitas dapat secara rutin melihat dan menginspeksi celah keamanan pada sebuah distro Linux.
Dengan adanya transparansi kode sumber, perbaikan celah atau bug keamanan dapat dilakukan secara cepat.
Meluasnya komunitas Linux di seluruh dunia membuat penyebaran virus terhambat karena cepatnya informasi yang tersebar.
Hal ini membuat developer sebuah distro Linux menambal celah keamanan tersebut.
5. Ketat dalam Pemasangan Aplikasi
Pengguna Linux dapat mengunduh aplikasi atau software dari repository yang diawasi secara ketat oleh pengembang.
Hal ini mencegah pengguna memasang aplikasi dari sumber berbahaya dan tidak terpercaya.
Seperti halnya Linux, banyak aplikasi dan software Linux mempunyai kode sumber terbuka yang pengembangannya dilakukan sendiri oleh komunitas.
Meski diklaim aman, celah keamanan di sebuah sistem operasi pasti tetap ada.
Untuk itu, pengguna selalu disarankan menggunakan distro Linux versi terbaru untuk mencegah hal ini. (*)
Editor : Amin Fauzie