Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hampir Seabad Diperdebatkan, Gagasan Einstein tentang Realitas Kembali Diuji

V
Penulis: Vannya Alysa P❯
Albert Einstein, fisikawan teoretis yang dikenal melalui teori relativitas dan kontribusinya terhadap perkembangan fisika modern. (pinterest)
Albert Einstein, fisikawan teoretis yang dikenal melalui teori relativitas dan kontribusinya terhadap perkembangan fisika modern. (pinterest)

Advertisement

RADARBONANG.ID - Eksperimen fisika modern kembali menguji salah satu pandangan Albert Einstein mengenai cara kerja alam semesta, yakni realisme lokal.

Melalui pengujian yang dikenal sebagai Cosmic Bell Test, para ilmuwan menemukan bahwa keterikatan antarpartikel tetap menunjukkan korelasi meskipun pengaturan pengukurannya ditentukan menggunakan cahaya dari objek yang berjarak miliaran tahun cahaya.

Dalam Cosmic Bell Test yang dipublikasikan pada 2018, partikel-partikel yang saling terikat tetap memperlihatkan perilaku seolah terhubung, meski pilihan pengukurannya ditentukan berdasarkan cahaya dari objek kosmik yang sangat jauh.

Penelitian tersebut mencatat pelanggaran ketaksamaan Bell dengan tingkat signifikansi 9,3 standar deviasi.

Hasil ini menunjukkan bahwa alam semesta tidak dapat dijelaskan sekaligus melalui realisme lokal, yaitu pandangan bahwa tidak ada pengaruh seketika antara objek yang berjauhan, dan asumsi kebebasan memilih pengukuran dalam kerangka pengujian tersebut.

Advertisement

Namun, temuan ini tidak berarti seluruh teori Einstein terbukti keliru. Eksperimen tersebut menguji asumsi realisme lokal, bukan teori relativitas yang menjadi salah satu sumbangan terbesarnya bagi ilmu fisika.

Dalam video kanal YouTube The Infographics Show, dijelaskan bagaimana para ilmuwan memanfaatkan Cosmic Bell Test untuk menguji persoalan yang sebelumnya menjadi perdebatan Einstein.

"Semesta menjadi generator angka acak kosmik," demikian narasi dalam video tersebut.

Cahaya dari dua quasar, yakni inti galaksi yang sangat terang, ditangkap menggunakan teleskop di Pulau La Palma, Kepulauan Canary.

Salah satu quasar berjarak 7,8 miliar tahun cahaya, sedangkan yang lainnya mencapai 12,2 miliar tahun cahaya.

Advertisement

Artikel Terkait

Blue Origin Dapat Kontrak NASA Senilai 700 Juta Dolar, Siapkan Jaringan Komunikasi untuk Mars

Blue Origin Dapat Kontrak NASA Senilai 700 Juta Dolar, Siapkan Jaringan Komunikasi untuk Mars

Blue Origin mendapat kontrak NASA hingga 700 juta dolar untuk mengembangkan jaringan komunikasi yang mendukung eksplorasi Mars.

NASA Selangkah Lagi Wujudkan Pesawat Supersonik Masa Depan, X-59 Tembus Mach 1,4 dengan Suara Lebih Senyap

NASA Selangkah Lagi Wujudkan Pesawat Supersonik Masa Depan, X-59 Tembus Mach 1,4 dengan Suara Lebih Senyap

Pesawat X-59 NASA berhasil terbang supersonik hingga Mach 1,4 tanpa menghasilkan ledakan sonic boom keras seperti pesawat biasa.

AI Pangkas Proses Reverse Engineering dari Sepekan Jadi 15 Menit, Ini Eksperimennya

AI Pangkas Proses Reverse Engineering dari Sepekan Jadi 15 Menit, Ini Eksperimennya

AI membantu membongkar firmware monitor Dell dalam 15 menit. Simak eksperimen reverse engineering dan dampaknya bagi keamanan siber.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer