Hampir Seabad Diperdebatkan, Gagasan Einstein tentang Realitas Kembali Diuji

RADARBONANG.ID - Eksperimen fisika modern kembali menguji salah satu pandangan Albert Einstein mengenai cara kerja alam semesta, yakni realisme lokal.
Melalui pengujian yang dikenal sebagai Cosmic Bell Test, para ilmuwan menemukan bahwa keterikatan antarpartikel tetap menunjukkan korelasi meskipun pengaturan pengukurannya ditentukan menggunakan cahaya dari objek yang berjarak miliaran tahun cahaya.
Dalam Cosmic Bell Test yang dipublikasikan pada 2018, partikel-partikel yang saling terikat tetap memperlihatkan perilaku seolah terhubung, meski pilihan pengukurannya ditentukan berdasarkan cahaya dari objek kosmik yang sangat jauh.
Baca Juga: Asteroid 2024 YR4 Sempat Bikin Khawatir, NASA Pastikan Bumi Aman dari Tabrakan
Penelitian tersebut mencatat pelanggaran ketaksamaan Bell dengan tingkat signifikansi 9,3 standar deviasi.
Hasil ini menunjukkan bahwa alam semesta tidak dapat dijelaskan sekaligus melalui realisme lokal, yaitu pandangan bahwa tidak ada pengaruh seketika antara objek yang berjauhan, dan asumsi kebebasan memilih pengukuran dalam kerangka pengujian tersebut.
Namun, temuan ini tidak berarti seluruh teori Einstein terbukti keliru. Eksperimen tersebut menguji asumsi realisme lokal, bukan teori relativitas yang menjadi salah satu sumbangan terbesarnya bagi ilmu fisika.
Dalam video kanal YouTube The Infographics Show, dijelaskan bagaimana para ilmuwan memanfaatkan Cosmic Bell Test untuk menguji persoalan yang sebelumnya menjadi perdebatan Einstein.
"Semesta menjadi generator angka acak kosmik," demikian narasi dalam video tersebut.
Cahaya dari dua quasar, yakni inti galaksi yang sangat terang, ditangkap menggunakan teleskop di Pulau La Palma, Kepulauan Canary.
Salah satu quasar berjarak 7,8 miliar tahun cahaya, sedangkan yang lainnya mencapai 12,2 miliar tahun cahaya.



