Elon Musk Targetkan Mobil Terbang Tesla Diproduksi 2028, Ini Teknologi dan Kontroversinya

RADARBONANG.ID - Tesla memamerkan Roadster generasi terbaru yang mampu melompat dan berputar di udara menggunakan sistem pendorong buatan SpaceX.
CEO Tesla Elon Musk menargetkan mobil tersebut mulai diproduksi pada 2028. Namun, demonstrasi yang disebut sebagai teknologi mobil terbang itu memicu perdebatan mengenai kemampuan teknis, keselamatan, dan kelayakan penggunaannya.
Demonstrasi tersebut disiarkan langsung dari fasilitas pengujian SpaceX di McGregor, Texas, pada 15 Oktober 2026.
Baca Juga: Starship Penerbangan Ke-14 Siap Menuju Orbit, SpaceX Bawa 26 Satelit Starlink V3 ke Antariksa
Dalam tayangan itu, mobil tanpa pengemudi meluncur dari sebuah rampa curam, berputar di udara, kemudian mendarat kembali dengan keempat rodanya.
Kendaraan tersebut menggunakan sekitar 10 nozzle yang memperoleh pasokan udara bertekanan sangat tinggi dari tangki berisi sekitar 250 kilogram udara.
Sistem cold-gas thruster itu menghasilkan dorongan dengan menyemburkan gas tanpa proses pembakaran.
Meski mampu mengangkat dan memutar bodi mobil dalam waktu singkat, kemampuan tersebut belum membuktikan bahwa Roadster dapat terbang dalam durasi panjang atau menempuh jarak yang berguna.
“Kalau kalian lihat itu enggak terbang-terbang amat, It's just levitate, right? Itu cuma kayak mobil yang melayang dan bisa landing,” ujar Eno Bening dalam analisisnya di kanal YouTube Eno Bening.
Menurut analisis tersebut, keterbatasan jumlah gas dan tenaga dorong menjadi tantangan untuk mempertahankan posisi mobil di udara.
Selain itu, waktu pengisian ulang tangki dilaporkan masih membutuhkan waktu berjam-jam, meskipun targetnya dipersingkat menjadi sekitar setengah jam.



