Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Biliar Lepas dari Stigma Negatif, Pemerintah Dorong Jadi Olahraga Prestasi Anak Muda

Bihan Mokodompit • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:15 WIB

Biliar bukan lagi sekadar hiburan. Pemerintah dorong biliar jadi olahraga prestasi anak muda lewat turnamen internasional dan sport tourism. Saatnya biliar naik kelas!
Biliar bukan lagi sekadar hiburan. Pemerintah dorong biliar jadi olahraga prestasi anak muda lewat turnamen internasional dan sport tourism. Saatnya biliar naik kelas!

RADARBONANG.ID — Upaya menghapus stigma negatif terhadap olahraga biliar kini semakin nyata.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya menjadikan biliar sebagai olahraga prestasi yang layak digeluti generasi muda, bukan sekadar hiburan yang kerap dipandang sebelah mata.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, dalam rangkaian Press Conference Carabao International Open yang digelar di kawasan PIK 2.

Kehadiran pemerintah dalam ajang biliar bertaraf internasional ini menjadi simbol perubahan arah kebijakan dan persepsi terhadap olahraga biliar di Indonesia.

Baca Juga: Bare Minimum Monday: Saat Karyawan Memilih Waras di Tengah Tekanan Kerja

Menurut Taufik Hidayat, biliar saat ini berada pada fase kebangkitan. Popularitasnya kembali meningkat, baik di kalangan anak muda maupun komunitas olahraga prestasi.

Momentum ini dinilai penting untuk mendorong masyarakat melihat biliar sebagai cabang olahraga yang memiliki masa depan, sistem pembinaan, dan peluang prestasi dunia.

“Mudah-mudahan turnamen ini bisa menjadi salah satu fasilitas bagi atlet-atlet kita, terutama yang junior, agar mereka bisa melihat bahwa biliar ini bisa mendunia dan kita juga bisa menjadi yang terbaik di event seperti ini,” ujar Taufik.

Pemerintah Dorong Perubahan Persepsi Publik

Selama bertahun-tahun, olahraga biliar kerap dilekatkan dengan citra negatif dan dianggap jauh dari dunia olahraga prestasi. Namun, menurut Wamenpora, stigma tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Ia menegaskan bahwa biliar memiliki struktur kompetisi, regulasi internasional, serta jalur pembinaan yang jelas.

Dengan pendekatan prestasi dan pembinaan berjenjang, olahraga ini dinilai mampu melahirkan atlet berdaya saing global.

“Sekarang ini olahraga biliar tengah kembali populer di Tanah Air. Ini harus kita dorong ke arah yang positif, terutama untuk anak-anak muda,” ungkapnya.

Pemerintah meyakini bahwa perubahan cara pandang masyarakat akan berdampak langsung pada meningkatnya minat generasi muda untuk menekuni biliar secara serius dan profesional.

Ajang Internasional Jadi Pintu Prestasi Atlet Muda

Penyelenggaraan Carabao International Open dinilai membuka akses nyata bagi atlet biliar Indonesia, khususnya atlet junior, untuk berhadapan langsung dengan pemain kelas dunia.

Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang belajar, transfer pengalaman, dan pembuktian kemampuan atlet nasional.

Wamenpora menilai kehadiran atlet muda dalam turnamen internasional menjadi pemicu penting lahirnya regenerasi atlet biliar Indonesia yang berkelanjutan.

Tak hanya berdampak pada prestasi, event berskala global ini juga membawa manfaat ekonomi. “Dengan event seperti ini, devisa juga bisa ikut bertambah, mulai dari tiket pesawat, hunian hotel, sampai pengeluaran di sektor makanan,” jelas Taufik.

Sport Tourism Jadi Nilai Tambah Olahraga Biliar

Aspek sport tourism menjadi salah satu nilai tambah dari penyelenggaraan turnamen biliar internasional di Indonesia.

Kehadiran atlet, ofisial, dan penonton dari berbagai negara turut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Menurut Wamenpora, event olahraga internasional dapat menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk semakin dipercaya sebagai tuan rumah agenda global lainnya.

“Yang pasti, event internasional di Indonesia bertambah satu,” ucapnya.

Melalui sport tourism, olahraga biliar tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar lokasi penyelenggaraan.

Peran Selebritis dalam Mempopulerkan Biliar

Selain jalur prestasi, pemerintah juga memanfaatkan pendekatan sportainment untuk memperluas jangkauan olahraga biliar.

Dalam rangkaian acara ini, digelar pula Carabao International Celebrity Billiards yang melibatkan sejumlah figur publik.

“Kita sekarang banyak dibantu para selebritis dalam mempopulerkan olahraga di masyarakat,” kata Taufik.

Pendekatan ini dinilai efektif menarik perhatian publik yang sebelumnya belum akrab dengan dunia biliar, sekaligus memperkuat citra bahwa biliar adalah olahraga yang sehat, kompetitif, dan layak digeluti.

Baca Juga: Lari di Taman Vs. Treadmill: Mana yang Bikin Kamu Lebih Fit, Happy, dan Sadar Diri?

Menuju Ekosistem Biliar Nasional Berkelanjutan

Lebih jauh, pemerintah berharap turnamen internasional seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.

Keberlanjutan event diyakini mampu memperkuat ekosistem biliar nasional, mulai dari pembinaan atlet, kompetisi rutin, hingga peningkatan kualitas pelatih dan wasit.

“Karena itu saya harap event ini tidak hanya digelar sekali, tetapi bisa menjadi rutinitas setiap tahun,” tutur Wamenpora.

Dengan pendekatan prestasi, sport tourism, dan keterlibatan publik, olahraga biliar diharapkan semakin diterima, dibanggakan, dan menjadi salah satu cabang unggulan bagi generasi muda Indonesia.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Atlet Biliar #stigma negatif #olahraga biliar #Taufik Hidayat #biliar #Kemenpora