RADARBONANG.ID - Dunia tari internasional kembali digemparkan oleh talenta muda asal Indonesia, Miyu Pranoto.
Di usianya yang baru 11 tahun, Miyu sukses menarik perhatian publik global setelah tampil memukau di ajang World of Street Woman Fighter (WSWF) 2025.
Penampilannya bersama Motiv Crew dan terutama saat battle bersama sang koreografer ternama, Marlee Hightower, menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang kompetisi musim ini.
WSWF 2025 menawarkan konsep yang lebih besar dan global dibanding musim sebelumnya, dengan melibatkan kru dari berbagai negara dan generasi.
Di tengah jajaran dancer profesional yang rata-rata telah belasan tahun berkecimpung di industri tari, nama Miyu muncul sebagai kejutan besar.
Tidak sedikit penonton maupun juri yang terkejut melihat kemampuan teknik, musicality, dan stage presence yang begitu matang dari dancer seusianya.
Miyu pertama kali tampil dalam segmen milik Motiv Crew. Gerakannya yang luwes namun bertenaga langsung mencuri perhatian.
Setelah sesi latihan bersama tim, Marlee Hightower — salah satu ikon dalam dunia urban dance — melihat potensi Miyu lebih dalam.
Saat misi battle diumumkan, Marlee tanpa ragu mengajak Miyu berduet melakukan battle bersama dalam koreografi khusus. Keputusan itu terbukti tepat, karena keduanya menunjukkan chemistry luar biasa di panggung.
Pertunjukan Miyu dan Marlee menjadi salah satu highlight WSWF 2025. Miyu tampil penuh percaya diri, mengombinasikan freestyle khas anak muda dengan ketepatan ritme yang membuat para dancer senior seperti Aiki dan Leejung tampak terpukau.
Sementara Marlee memberikan warna matang dan tegas, Miyu menghadirkan energi segar yang membuat pertunjukan mereka terasa hidup, emosional, dan tak terlupakan.
Dalam wawancara singkat setelah tampil, Miyu mengaku bahwa kesempatan tampil di WSWF terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Ia sudah mengikuti program-program tari internasional sejak kecil, termasuk menonton ajang kompetisi dunia.
Kini, ia tak menyangka akhirnya bisa berada di atas panggung yang sama dengan para dancer yang dulu hanya bisa ia lihat dari layar.
Perjalanan Miyu menuju panggung WSWF tidak terjadi dalam semalam. Sejak usia 7 tahun, ia telah aktif mengikuti kelas tari urban, hip hop, hingga freestyle.
Ia kerap mengikuti kompetisi di berbagai negara, seperti Vietnam, Jepang, dan Korea Selatan. Beberapa prestasi penting yang ia raih antara lain juara All-Style Kids dan kategori battle 1-vs-1 di HipFest 2024 World Final. Keberhasilan itu membuat namanya mulai dikenal di kalangan dancer internasional.
Yang membuat banyak orang terkesan bukan hanya teknik tari Miyu, tetapi juga sikap profesional dan kerendahan hati yang ia tunjukkan.
Di balik wajahnya yang masih sangat muda, Miyu memiliki etos kerja yang kuat. Ia dikenal mudah beradaptasi dengan berbagai gaya koreografi, cepat mengikuti instruksi, dan tidak ragu berimprovisasi saat diperlukan.
Hal ini membuatnya disukai banyak dancer senior, termasuk anggota Motiv Crew lainnya.
Penampilan Miyu di WSWF 2025 dianggap sebagai bukti bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung dunia.
Baca Juga: Kontroversi Gapura Candi Bentar di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Tegaskan Bukan Bangunan Cagar Budaya
Banyak warganet dari berbagai negara ikut memberikan dukungan dan pujian atas performanya. Mereka menyebut Miyu sebagai “prodigy” dan “future global star”.
Tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa Miyu adalah representasi dari generasi baru dancer Asia yang akan mendominasi industri tari internasional.
Bagi banyak anak muda Indonesia, sosok Miyu menjadi inspirasi bahwa kesempatan berprestasi tidak mengenal usia.
Dengan disiplin, latihan, dan keberanian mengambil tantangan, pintu menuju panggung global selalu terbuka. Miyu Pranoto bukan hanya dancer cilik biasa, tetapi simbol bahwa bakat Indonesia dapat berdiri sejajar dengan talenta terbaik dunia.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah