Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pemerintah Mulai Program Gentengisasi, Serap Produk UMKM Jatiwangi hingga Rp3 Miliar

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 12 Maret 2026 | 13:13 WIB

Program gentengisasi resmi dimulai. Pemerintah menyerap genteng UMKM Jatiwangi hingga Rp3 miliar untuk mendukung perbaikan rumah rakyat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Program gentengisasi resmi dimulai. Pemerintah menyerap genteng UMKM Jatiwangi hingga Rp3 miliar untuk mendukung perbaikan rumah rakyat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

RADARBONANG.ID - Pemerintah resmi memulai program gentengisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Program ini diawali dengan pembelian puluhan ribu genteng dari sentra industri genteng di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Langkah awal tersebut ditandai dengan pelepasan 14 truk yang membawa sekitar 75.000 genteng dari kawasan produksi genteng Jatiwangi.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pada Rabu malam (11/3/2026).

Baca Juga: Mengapa Banyak Startup Mati Muda? Ini 7 Alasan Startup Sering Gagal dalam 3 Tahun Pertama

Program gentengisasi sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni melalui berbagai skema bantuan perumahan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten.

Melalui program ini, atap rumah yang sebelumnya menggunakan bahan seperti seng akan diganti dengan genteng tanah liat yang dinilai lebih nyaman dan cocok untuk iklim tropis.

Menurut Maruarar, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin agar pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ia menegaskan, penggunaan produk genteng lokal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama agar roda ekonomi daerah ikut bergerak.

“UMKM harus memiliki daya saing tinggi dengan menjaga kualitas produk dan mengikuti standar nasional,” ujar Maruarar dalam keterangannya.

Komitmen Pembelian Genteng Capai Rp3 Miliar

Dalam tahap awal pelaksanaan program, pemerintah bersama sejumlah pihak telah menyatakan komitmen pembelian genteng dari produsen di Jatiwangi dengan nilai total mencapai sekitar Rp3 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai program perbaikan rumah yang sedang berjalan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat misalnya, menargetkan perbaikan sekitar 250 unit rumah pada tahap pertama tahun ini.

Dari program tersebut, kebutuhan genteng diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta per rumah atau total sekitar Rp500 juta.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menjalankan program perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 1.715 unit pada tahun 2026.

Program ini diperkirakan akan menyerap produk genteng lokal dengan nilai belanja mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Program lain yang turut mendukung penyerapan genteng lokal adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat.

Di Kabupaten Majalengka saja, program tersebut direncanakan memperbaiki sekitar 900 rumah dengan kebutuhan genteng mencapai sekitar Rp1 miliar.

Dengan demikian, berbagai program tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi langsung kepada para pelaku industri genteng lokal, khususnya di sentra produksi Jatiwangi yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat industri genteng tanah liat terbesar di Indonesia.

Dorong Industri Lokal dan Perbaiki Hunian

Selain pemerintah, sejumlah pengembang perumahan juga mulai ikut memanfaatkan genteng produksi UMKM Jatiwangi.

Beberapa pengembang di wilayah Bogor dan Serang bahkan telah memesan genteng dalam jumlah besar untuk kebutuhan proyek perumahan yang sedang mereka bangun.

Bahkan Maruarar sendiri disebut memesan sekitar 10 truk genteng sebagai bentuk dukungan terhadap industri lokal.

Genteng tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan rumah bagi prajurit TNI sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada negara.

Program gentengisasi tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah masyarakat, tetapi juga menjadi strategi pemerintah untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga: THR Datang Bagai Hujan Deras, Lalu Hilang Sekejap: Fenomena “Uang Lewat Doang” yang Sering Dialami Anak Muda

Dengan memprioritaskan produk UMKM dalam proyek perumahan, pemerintah berharap tercipta rantai ekonomi yang kuat dari sektor konstruksi hingga industri bahan bangunan lokal.

Selain memberikan dampak ekonomi, penggunaan genteng tanah liat juga dinilai lebih ramah terhadap iklim tropis Indonesia karena mampu menjaga suhu rumah tetap sejuk dibandingkan atap berbahan seng yang mudah panas dan berkarat.

Ke depan, pemerintah berharap program gentengisasi dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga memperkuat industri genteng nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#program perbaikan rumah pemerintah #program gentengisasi #genteng jatiwangi #maruarar sirait gentengisasi #umkm genteng majalengka