Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Puasa Ramadan 2026: Begini Perbedaan Penetapan Tanggal di Arab Saudi dan Indonesia

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:10 WIB

Ilustrasi bulan sabit muda (hilal). Awal puasa Ramadan 2026 diprediksi sama di Arab Saudi dan Indonesia — Kamis, 19 Februari 2026 — namun keputusan resmi tetap menunggu hilal dan sidang isbat.
Ilustrasi bulan sabit muda (hilal). Awal puasa Ramadan 2026 diprediksi sama di Arab Saudi dan Indonesia — Kamis, 19 Februari 2026 — namun keputusan resmi tetap menunggu hilal dan sidang isbat.

RADARBONANG.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, umat Muslim di seluruh dunia mulai menanti pengumuman tanggal awal puasa.

Di berbagai negara, termasuk Arab Saudi dan Indonesia, penentuan awal Ramadan selalu mengundang perhatian, terutama terkait apakah keduanya akan jatuh pada hari yang sama.

Penetapan awal puasa Ramadan tidak dilakukan secara otomatis berdasarkan perhitungan kalender.

Meski perhitungan astronomi memberikan waktu perkiraan, penentuan resmi tetap mengacu pada rukyatul hilal (penampakan bulan sabit) maupun hasil sidang isbat di negara masing-masing.

Hal ini bisa menyebabkan perbedaan hari pertama puasa antarnegara meskipun perbedaan tersebut hanya satu hari.

Baca Juga: Google Bawa Fitur Mirip AirDrop ke Semua HP Android — Akhirnya Kirim File ke iPhone Tanpa Ribet!

Prediksi Awal Ramadan di Arab Saudi

Di Arab Saudi, prediksi awal puasa Ramadan 2026 mengacu pada hilal yang akan diamati oleh komite rukyatul hilal setelah bulan Syaban mencapai 29 hari.

Menurut prediksi astronomi yang dikutip dari Time Out Riyadh dan pernyataan Presiden Masyarakat Astronomi Emirat, Ibrahim al Jarwan, bulan sabit Ramadan diperkirakan muncul pada Selasa, 17 Februari 2026.

Namun karena kemungkinan hilal tidak terlihat dengan mata telanjang pada malam itu, maka hari pertama puasa Ramadan diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 di Arab Saudi.

Jika hilal benar-benar terlihat sebelumnya, maka tanggal awal puasa bisa berubah, biasanya lebih awal satu hari.

Namun praktik penetapan awal Ramadan di Arab Saudi tetap mengutamakan hasil rukyatul hilal, bukan semata perhitungan astronomi.

Ketetapan Pemerintah dan Organisasi Islam di Indonesia

Sementara di Indonesia, proses penetapan awal puasa Ramadan juga melalui kombinasi hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal, yang kemudian diputuskan dalam sidang isbat oleh pemerintah melalui Kementerian Agama.

Sidang isbat ini dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026, saat Syaban memasuki 29 hari.

Hingga saat ini, pemerintah belum formal menetapkan tanggal awal Ramadan 2026 hingga sidang isbat berlangsung.

Meski begitu, prediksi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan bahwa posisi hilal pada malam 17 Februari masih berada di bawah ufuk, sehingga kemungkinan besar puasa Ramadan di Indonesia akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 sama seperti prediksi Saudi.

Namun, ada perbedaan di kalangan organisasi Islam di Indonesia. Misalnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan hitungan hisab hakiki wujudul hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Pendekatan ini menimbang kriteria hilal yang sedikit berbeda dari perhitungan pemerintah.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menetapkan tanggal resmi dan akan mengumumkannya setelah pengamatan dan kajian hilal sesuai metode IRNU (Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama).

Apakah Tanggal Awal Puasa Akan Sama?

Berdasarkan prediksi astronomi dan berbagai pendekatan penetapan, kemungkinan besar awal puasa Ramadan 2026 di Indonesia dan Arab Saudi akan sama, yakni Kamis, 19 Februari 2026.

Namun, penetapan resmi di masing-masing negara tetap bergantung pada hasil sidang isbat dan rukyatul hilal yang bisa saja menunjukkan hasil berbeda, walau perbedaan satu hari adalah yang paling umum.

Perbedaan ini bukan hal baru dalam tradisi Islam global. Setiap negara atau organisasi keagamaan sering menentukan awal Ramadan berdasarkan metode yang telah disepakati secara internal, sehingga kadang berbeda antarnegara meskipun Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatur waktu ibadah ini sesuai dengan lunasinya.

Baca Juga: Untung Besar dalam Semalam? Hati-Hati! Ini Bahaya Spekulasi dalam Ekonomi Islam yang Sering Disalahpahami

Prediksi Idul Fitri 2026

Jika puasa Ramadan dimulai pada 19 Februari 2026 dan berlangsung selama 29 hari, maka Idul Fitri 1447 H diprediksi jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun jika Ramadan berlangsung 30 hari, maka Idul Fitri kemungkinan akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Di Indonesia sendiri, prediksi kalender hijriah pemerintah menunjukkan Idul Fitri 2026 kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026, sedangkan versi Muhammadiyah menetapkan pada 20 Maret 2026 berdasarkan perhitungan KHGT.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#puasa Ramadan berbeda negara #Ramadan 1447 H date #awal puasa Saudi dan Indonesia #awal puasa Ramadan 2026 #sidang isbat Ramadan 2026