Benarkah Dunia Harus Terus Punya Banyak Anak agar Ekonomi Tetap Berjalan? Begini Penjelasannya

RADARBONANG.ID - Penurunan angka kelahiran dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan perekonomian dunia.
Sejumlah negara bahkan menggelontorkan dana besar untuk mendorong masyarakat memiliki lebih banyak anak.
Namun, penurunan populasi tidak serta-merta berarti ancaman bagi ekonomi.
Pertanyaan tersebut dibahas dalam video kanal YouTube How Money Works yang mengulas hubungan antara perubahan demografi, sistem ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Persoalan utamanya adalah apakah ini benar-benar sebuah masalah?” sebagaimana diulas dalam tayangan tersebut.
Dalam video tersebut, penuaan populasi disebut dapat memberikan tekanan terhadap sistem pensiun dan layanan kesehatan.
Ketika jumlah pekerja yang membayar pajak semakin sedikit dibandingkan dengan jumlah penerima manfaat, pemerintah menghadapi tantangan untuk mempertahankan pembiayaan program sosial.
Di Amerika Serikat, misalnya, rasio pekerja terhadap penerima manfaat Jaminan Sosial mengalami penurunan.
Pada 1960, terdapat sekitar 5,1 pekerja untuk setiap penerima manfaat. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 2,5 pekerja.
Perubahan ini membuat keberlanjutan sistem pensiun menjadi perhatian, terutama ketika kebutuhan masyarakat lanjut usia meningkat sementara jumlah penduduk usia produktif relatif menyusut.



