Bukan Sekadar Tas, Ini Sejarah Hermès Birkin dan Kelly yang Dibanderol Fantastis


RADARBONANG.ID - Tas Hermès, terutama seri Birkin dan Kelly, tidak lagi sekadar menjadi aksesori pelengkap penampilan.
Produk rumah mode mewah asal Prancis tersebut berkembang menjadi simbol status sosial, barang koleksi bernilai tinggi, hingga aset yang diperdagangkan di pasar sekunder.
Namun, di Indonesia, tas bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah ini juga memiliki sisi lain.
Baca Juga: Harga Aset Mewah Sulit Diukur? MUSE Kembangkan Indeks Berbasis AI untuk Bantu Analisis Investasi
Sejumlah tas mewah pernah menjadi barang bukti yang disita penegak hukum dalam perkara korupsi, gratifikasi, dan pencucian uang yang melibatkan pejabat publik maupun keluarganya.
Dalam ulasan di kanal YouTube Rory Asyari, perjalanan Hermès dibahas mulai dari sejarah pendiriannya hingga alasan tas Birkin dan Kelly memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Berawal dari Perlengkapan Berkuda, Kini Jadi Simbol Kemewahan
Sejarah Hermès bermula pada 1837 ketika Thierry Hermès mendirikan bengkel perlengkapan berkuda dan pelana kulit di Paris.
Produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kaum bangsawan Eropa.
Seiring perkembangan zaman, keahlian mengolah kulit berkembang menjadi lini produk fesyen, termasuk tas dan aksesori.
Dua seri yang kemudian dikenal luas adalah Kelly dan Birkin, yang masing-masing memiliki cerita tersendiri.



