Mengapa Simpanse Dianggap Lebih Berbahaya daripada Gorila? Ini Penjelasannya

RADARBONANG - Ukuran tubuh yang besar tidak selalu menjadi penentu tingkat bahaya seekor satwa.
Gorila punggung perak yang bobotnya dapat mendekati 200 kilogram mungkin terlihat lebih mengintimidasi dibandingkan simpanse dewasa yang beratnya berkisar 40 hingga 60 kilogram.
Namun, mengenai protokol keselamatan satwa menyebutkan bahwa simpanse dewasa dapat memicu respons darurat tingkat tinggi ketika lepas dari kandangnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kehilangan Satwa, Kepunahan Hewan Indonesia Putuskan Jutaan Tahun Evolusi
Perbedaan tersebut dikaitkan dengan karakter perilaku, kemampuan fisik, serta respons biologis kedua primata.
Dalam narasi tayangan video di kanal youtube Viva Superova, gorila yang keluar dari kandang digambarkan masih memungkinkan untuk ditangani dengan upaya menenangkan situasi.
Sementara itu, simpanse yang lepas disebut dapat memicu status darurat atau kode merah karena potensi serangannya terhadap manusia.
“Dalam protokol keamanan kebun binatang internasional, jika seekor gorila keluar dari kandangnya, petugas umumnya masih diperintahkan untuk menenangkan situasi. Namun jika yang lepas adalah seekor simpanse dewasa yang berat normalnya cuma sekitar 40 hingga 60 kg, status daruratnya langsung berubah menjadi kode merah,” demikian bunyi ulasan tersebut.
Perbedaan Perilaku Gorila dan Simpanse
Gorila dan simpanse memiliki pola makan serta perilaku yang berbeda. Gorila terutama memakan tumbuhan, seperti dedaunan, batang, dan rebung.
Ketika merasa terancam atau terganggu, gorila dapat menunjukkan perilaku intimidatif, termasuk memukul dada dan melakukan bluff charge atau gerakan menerjang sebagai peringatan.



