La Rinconada: Kota Tambang Emas Tertinggi Dunia yang Tanpa Hukum

RADARBONANG.ID - La Rinconada di Pegunungan Andes, Peru, dikenal sebagai salah satu permukiman tertinggi di dunia.
Berada di ketinggian sekitar 5.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), kota tambang emas ini dihuni sekitar 30 ribu hingga 50 ribu orang yang harus menghadapi kondisi lingkungan ekstrem dan kerasnya kehidupan pertambangan.
Di balik potensi kekayaan dari tambang emas, La Rinconada menyimpan persoalan serius.
Sistem kerja informal, kondisi alam yang berat, minimnya infrastruktur dasar, hingga persoalan keamanan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.
Salah satu gambaran paling mencolok terlihat dari sistem kerja yang dikenal sebagai cachoreo.
Melalui sistem ini, para buruh tambang bekerja selama hampir sebulan tanpa menerima upah secara langsung.
Bekerja 30 Hari, Upah Bergantung pada Hasil Tambang
Dalam sistem cachoreo, para penambang bekerja di terowongan tambang yang gelap dan bersuhu sangat dingin selama 29 hingga 30 hari. Selama periode tersebut, mereka tidak menerima bayaran.
Kesempatan memperoleh hasil baru datang pada hari ke-31. Para pekerja diperbolehkan menggali untuk kepentingan sendiri selama beberapa jam dan membawa batu bijih sebanyak yang mampu mereka angkut.
Keuntungan yang diperoleh bergantung pada kandungan emas dalam batu tersebut. Jika menemukan batu dengan kandungan emas tinggi, seorang penambang berpeluang mendapatkan hasil besar.



