Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Kewalahan Menghadapi Banyak Tugas? Ini Cara Multitasking yang Tepat agar Tetap Produktif

Muhammad Azlan Syah
Mengatur prioritas, membagi waktu, dan mengurangi gangguan digital menjadi bagian penting dalam menerapkan multitasking agar tetap produktif di tengah kesibukan. (ilustrasi)
Mengatur prioritas, membagi waktu, dan mengurangi gangguan digital menjadi bagian penting dalam menerapkan multitasking agar tetap produktif di tengah kesibukan. (ilustrasi)

Advertisement

RADARBONANG.ID – Padatnya aktivitas sehari-hari kerap membuat seseorang harus menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan.

Mulai dari urusan pekerjaan, tugas kuliah, pekerjaan rumah, hingga membalas pesan di ponsel, semuanya membutuhkan waktu dan perhatian.

Dalam situasi seperti ini, multitasking sering dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas.

Advertisement

Namun, mengerjakan banyak hal sekaligus tidak selalu membuat pekerjaan selesai lebih cepat.

Kunci utamanya adalah memahami pekerjaan mana yang bisa dilakukan bersamaan dan mana yang membutuhkan konsentrasi penuh.

Dengan strategi yang tepat, waktu dapat dimanfaatkan secara lebih efektif tanpa mengorbankan kualitas hasil pekerjaan.

Advertisement

Berikut enam strategi multitasking yang bisa diterapkan untuk membantu mengelola kesibukan sehari-hari.

1. Padukan Dua Aktivitas yang Sederhana

Salah satu cara menerapkan multitasking adalah menggabungkan dua kegiatan yang tidak membutuhkan perhatian penuh secara bersamaan.

Contohnya, seseorang bisa mendengarkan podcast atau materi pembelajaran berbentuk audio sambil melipat pakaian, merapikan kamar, maupun melakukan pekerjaan rumah lainnya.

Cara ini memungkinkan waktu digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan ringan sekaligus memperoleh informasi baru.

Advertisement

Artikel Terkait

Sejarah Perang Antarkerajaan di Nusantara, Perebutan Takhta, Wilayah, dan Persekutuan yang Berubah

Sejarah Perang Antarkerajaan di Nusantara, Perebutan Takhta, Wilayah, dan Persekutuan yang Berubah

Sebelum Indonesia terbentuk, kerajaan Nusantara pernah berperang karena perebutan takhta, wilayah, perdagangan, dan persaingan politik.

Bukan Orang Belanda, tetapi Ikut Menjalankan Pemerintahan Kolonial, Begini Posisi Priyayi Jawa

Bukan Orang Belanda, tetapi Ikut Menjalankan Pemerintahan Kolonial, Begini Posisi Priyayi Jawa

Mengenal kehidupan priyayi Jawa pada masa kolonial Belanda, mulai dari peran bupati hingga hubungan elite pribumi dengan pemerintahan penjajah.

Hari Santri Nasional 2026 Jatuh pada Kamis, 22 Oktober, Apakah Sekolah dan Kantor Tetap Masuk?

Hari Santri Nasional 2026 Jatuh pada Kamis, 22 Oktober, Apakah Sekolah dan Kantor Tetap Masuk?

Hari Santri 22 Oktober 2026 bukan tanggal merah atau libur nasional. Simak jadwal upacara, tema, dan daftar tanggal merah Oktober.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer