TUBAN- Legen, minuman khas Tuban banyak dijual di sejumlah tempat wisata di Tuban dan kawasan tegalan di kabupaten setempat yang ditumbuhi bogor, nama pohon legen.
Penjual berharap nira atau air dari sadapan bogor tersebut jadi oleh-oleh wisatawan.
Ternyata tidak semua legen yang dijual tersebut murni alias asli. Sebagian legen yang dijual merupakan olahan.
Biasanya legen olahan dibuat dari nira yang sudah lama, bisa lebih dari sehari.
Pembuat legen olahan biasanya mendapat nira yang tidak termanfaatkan tersebut dari penjual legen murni. Mereka membeli dengan harga yang sangat murah.
Legen yang tidak layak dikonsumsi karena rasanya kecut, cenderung pahit, dan keruh inilah yang kemudian diolah. Setelah dicampur air, legen kadaluwarsa ini direbus.
Biar rasanya manis, pembuat legen olahan menambahkan sari manis atau pemanis buatan dan menaburi sedikit ragi tape sebagai penguat rasa.
Nah, berikut cara membedakan minuman legen khas Tuban murni atau olahan?
1. Aroma
Legen murni beraroma khas nira. Setelah mengalami fermentasi atau peragian selama 5 hingga 6 jam, aroma niranya semakin kuat.
Legen olahan tidak terlalu beraroma nira karena banyaknya campuran air.
2. Warna
Legen murni berwarna putih keruh dan berbuih pada permukaannya. Setelah lama mengalami proses fermentasi, warnanya semakin keruh.
Legen olahan lebih bening dan warnanya tidak berubah.
3. Kekentalan
Legen murni setelah mengalami fermentasi selama 5-6 jam, lebih kental dan terdapat sedikit endapan di bawahnya.
Legen olahan lebih cair.
4. Rasa
Legen murni berasa khas nira yang manis. Karena mengalami fermentasi, semakin lama dibiarkan rasanya semakin manis dan sedikit kecut.
Untuk memperlambat proses fermentasi, bisa menempatkan legen dalam kulkas dengan kondisi tidak tertutup rapat dalam wadah.
Kalau ingin mematikan proses fermentasi agar bertahan lama, rebus legen hingga mendidih. Legen yang direbus disebut kilang.
Legen olahan terasa manis khas pemanis buatan.
5. Fermentasi
Karena mengalami fermentasi, legen murni mengeluarkan gas. Karena itu, kalau ditempatkan dalam botal, sebaiknya diberi sedikit lubang agar uapnya keluar.
Legen olahan tak mengalami fermentasi, sehingga tidak mengeluarkan gas.
6. Keawetan
Legen murni tidak bertahan lama. Pada suhu ruangan, legen murni diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 10-11 jam.
Legen olahan tidak mengalami fermentasi dan bisa bertahan berhari-hari, bahkan sepekan lebih. (*)