RADARBONANG.ID - Tren meal prep atau menyiapkan makanan untuk stok mingguan memang sedang naik daun di media sosial.
Cara ini dianggap praktis dan hemat waktu, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal padat.
Namun, meski populer, para ahli gizi menekankan bahwa penyimpanan makanan harus dilakukan dengan benar agar tidak mengundang masalah kesehatan.
“Meal prep itu boleh-boleh saja kok, asalkan cara penyimpanannya dilakukan dengan benar,” jelas dr. Consistania Ribuan, Sp.GK, AIFO-K, FINEM, dokter spesialis gizi lulusan Universitas Indonesia dalam gelar wicara Ravelle di Jakarta, Minggu (28/9).
Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan adalah mencairkan bahan makanan beku dalam jumlah besar, lalu menyimpan kembali sisanya ke dalam freezer.
“Kalau kita sudah mencairkan satu tray berisi beberapa porsi, lalu hanya mengambil satu porsi yang ingin dimasak, kemudian membekukan sisanya kembali, itu yang tidak boleh,” tegas Consistania.
Menurutnya, proses beku-cair berulang dapat menurunkan kualitas nutrisi makanan, khususnya pada sumber protein seperti daging, ayam, dan ikan.
Vitamin yang larut juga berisiko hilang. Lebih berbahaya lagi, kondisi ini bisa memicu pertumbuhan bakteri yang membuat makanan cepat rusak.
Untuk menghindari hal tersebut, Consistania menyarankan agar bahan makanan dibagi dalam porsi kecil sejak awal sebelum dibekukan.
“Langsung pisahkan per porsi. Jadi kalau butuh satu, cukup lelehkan dan masak satu saja tanpa merusak sisanya,” tambahnya.
Meal prep tetap bisa menjadi solusi gaya hidup sehat jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Penyimpanan yang benar bukan hanya menjaga kandungan nutrisi, tetapi juga melindungi dari risiko penyakit akibat makanan basi atau terkontaminasi.
Dengan langkah sederhana seperti memisahkan porsi sejak awal, meal prep dapat mendukung pola makan teratur, praktis, dan tetap bergizi tanpa mengorbankan kesehatan. (*)
Editor : Amin Fauzie